Penyakit demam berdarah dengue (DBD) masih menghantui warga Jakarta Selatan. Bagaimana tidak, sejak Januari hingga pertengahan Juli 2013 ini, sedikitnya 1.144 warga di wilayah itu terjangkit penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut.
Dari 10 kecamatan di wilayah itu, jumlah penderita terbanyak ada di Kecamatan Jagakarsa yakni 176 penderita. Disusul Pasar Minggu 147 kasus, Kebayoran Lama 129 kasus, Pesanggrahan 127 kasus, Tebet 126 kasus, Cilandak 101 kasus, Kebayoran Baru 98 kasus, Pancoran 91 kasus, Setiabudi 87 kasus, dan Mampang Prapatan 62 kasus.
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Kurnianto Amien seperti dilansir dari Beritajakarta, mengatakan, tingginya penderita DBD di wilayah Jagakarsa disebabkan daerah tersebut banyak terdapat pepohonan sehingga agak lembab. Untuk menekan penderita DBD di wilayahnya, kata Kurnianto, dirinya meminta masyarakat menggalakkan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) selama 30 menit setiap hari Jumat dibanding melakukan pengasapan atau fogging.
"Kalau fogging itu efektif tujuh hari, bubuk abate bisa 30 hari. Tapi kalau mau selamanya, ya digalakkan PSN dengan menguras, menutup, dan mengubur," katanya.
Selain itu, biaya yang dikeluarkan untuk melakukan fogging juga cukup besar sampai sekitar Rp 2 juta untuk sekali pengasapan. Dia juga mengimbau kepada masyarakat jika ada kasus DBD di wilayahnya segera melaporkan ke puskesmas terdekat. Karena untuk menekan penyebarluasannya, akan dilakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) di sekitar rumah penderita
.[wid]