Berita

prabowo subianto/net

Politik

Probowo: Indonesia Kalah Bersaing, Bahkan Menyerah Sebelum Berjuang

SENIN, 15 JULI 2013 | 18:17 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Probowo Subianto, menegaskan bahwa kondisi bangsa saat ini merupakan sebuah pradoks, kejanggalan, anomali sekaligus tidak masuk akal. Sebuah negara kaya luar biasa, tapi rakyatnya miskin.

"Kita memiliki laut yang terbentang luas tapi kita mengimpor ikan. Bahkan kita juga mengimpor garam," ujar Prabowo dalam acara deklarasi "Enam Program Aksi Transformasi Bangsa" di Hotel Grand Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman Jakarta Pusat, Senin petang (15/7).

Sebagai negara agraris beriklim tropis yang bisa panen tiga kali dalam setahun, sangat tidak mungkin Indonesia mesti mengimpor bawang dan komiditas pokok lain.


"Sapi saja kita impor. Masa negara yang subur ini, memelihara sapi saja tergantung pada orang," kata Prabowo.

Sambung Probowo, di bawah pemerintahan yang salah maka negara Indonesia menjadi tidak berdikari (berdiri dengan kaki sendiri), sering kalah tawar, kalah bersaing bahkan menyerah sebelum berjuang.

"Sebagai bangsa empat terbesar di dunia, kita tidak bisa memproduksi motor dan mobil sendiri. Bahkan membuat tim sepak bola pun tidak mampu dan kalah bersaing," ungkapnya.

Malam ini, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) mendeklarasikan enam program aksi transformasi bangsa 2014-2019. Enam program yang dideklarasikan hari ini, kata Prabowo, adalah hasil renungan dan kajian mendasar atas kondisi bangsa selama 65 tahun kemerdekaan dan 15 tahun reformasi.

Enam Program Aksi Transformasi Bangsa Partai Gerindra yaitu, Membangun ekonomi yang kuat, berdaulat, adil dan makmur; Melaksanakan ekonomi kerakyatan; Membangun kedaulatan pangan dan energi serta pengamatan sumberdaya air; Meningkatkan kualitas pembangunan manusia Indonesia melalui program pendidikan, kesehatan, sosial dan budaya; Membangun infrastruktur dan menjaga kelestarian alam serta lingkungan hidup; dan Membangun pemerintahan yang bebas korupsi, kuat, tegas dan efektif. [ald]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya