Berita

aburizal bakrie:net

Hanya Munas atau Rapimnas yang Bisa Batalkan Pencapresan Aburizal Bakrie

SABTU, 13 JULI 2013 | 22:03 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Partai Golkar tidak pernah kepikiran untuk memasangkan kader seniornya menjadi calon wakil presiden untuk mendampingi Joko Widodo, yang disebut-sebut bakal didukung PDI Perjuangan running for RI 1.

"Kita sementara ini belum ke arah sana. Justru kita sekarang mencari pendampingi ARB (Aburizal Bakrie) sebagai cawapres," ujar Jurubicara DPP Partai Golkar, Tantowi Yahya, kepada Rakyat Merdeka Online malam ini (Sabtu, 13/7).

Tantowi mengungkapkan itu terkait penilaian Board of Advisor CSIS, Jeffrie Geovanie, bahwa tokoh senior Golkar cocok mendampingi Jokowi, yang diyakin akan memengani pilpres.

Pasangan itu nanti seperti Presiden AS Barack Obama yang berpasangan dengan tokoh senior Joe Biden. Tapi, kata Jeffrie, tokoh senior yang digandeng Jokowi itu harus punya peluang untuk mengendalikan Golkar pasca-Munas 2015, lalu membawa beringin memperkuat pemerintahan.

Melanjutkan keterangannya, Tantowi menegaskan, partainya saat ini fokus memperjuangkan pencapresan Aburizal Bakrie. Kalaupun ada permintaan Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar Akbar Tanjung agar dilakukan evaluasi kenapa elektabilitas Aburizal tidak pernah menyentuh angka 10 persen, itu hanya semacam peringatan.

"Itu positif. Itu semacam warning. Peringatan dari bagian keluarga Partai Golkar agar partai maupun capres kerja lebih keras daripada sekarang. Waktu kan masih cukup jauh," tandasnya.

Namun, dia mengingatkan, kalau untuk mengevaluasi, apalagi sampai menganulir pencapresan Aburizal Bakrie, yang diputuskan dalam Rapimnas 2012 lalu, hanya bisa dilakukan di forum resmi Partai Golkar.

"Kalau tidak Munas, yang lima tahun sekali, ya Rapimnas. Di luar itu nggak bisa. Karena partai ini punya sistem. Tapi siapapun kader, berhak untuk menyampaikan apapun," demikian anggota Komisi I DPR ini. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya