surya paloh-aburizal bakrie:net
surya paloh-aburizal bakrie:net
Meski memang, pertemuan kedua tokoh yang selama ini dikenal 'berseteru' itu semakin menegaskan adagium klasik dalam politik, bahwa tidak ada kawan dan musuh abadi, yang ada hanya kepentingan.
"Mengejutkan karena memang mereka rivalry. Tapi politik, yang tak pernah berubah itu kepentingan. Jadi konsisten dengan kepentingan," ujar pengamat politik senior Siti Zuhro kepada Rakyat Merdeka Online (Sabtu, 13/7).
Apalagi, sambung Siti, partai politik dihadapkan pada dunia yang realistis, terutama jelang Pemilihan Umum 2014. Yaitu partai-partai dipaksa untuk menjajaki koalisi. Karena itu, bagi Siti, Golkar yang saat ini berkoalisi dengan Partai Demokrat, membuka segala kemungkinan, termasuk menggandeng Partai Nasdem.
"Golkar itu reaslitis. Nasdem ini partai baru, belum terkontaminasi. Sementara dia (Golkar) partai besar kedua setelah Demokrat pada 2009. Jangan-jangan nanti Demokrat terpuruk apalagi kasus-kasus nanti dibuka. Jadi hitung-hitungan Golkar ini panjang," jelasnya. [zul]
Populer
Minggu, 05 April 2026 | 09:04
Sabtu, 04 April 2026 | 02:17
Rabu, 01 April 2026 | 18:05
Sabtu, 04 April 2026 | 02:23
Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08
Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59
Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43
UPDATE
Selasa, 07 April 2026 | 04:15
Selasa, 07 April 2026 | 04:04
Selasa, 07 April 2026 | 03:38
Selasa, 07 April 2026 | 03:15
Selasa, 07 April 2026 | 03:00
Selasa, 07 April 2026 | 02:25
Selasa, 07 April 2026 | 02:11
Selasa, 07 April 2026 | 02:07
Selasa, 07 April 2026 | 01:36
Selasa, 07 April 2026 | 01:12