Berita

Hanna Ramadini

Olahraga

Hanna Jadi Tumpuan Tunggal Putri Garuda

Asia Junior Championship 2013
JUMAT, 12 JULI 2013 | 09:17 WIB

Dua tunggal putri Indonesia menyerah dari pemain China di  babak kedua kejuaraan Asia Junior Championship 2013. Fitriani  dikalahkan Wang Xinyuan 21-16, 11-21, 17-21. Sedangkan Intan Dwi Jayanti harus mengakui keunggulan Chen Yunfei, 16-21, 19-21.

“Penampilan Fitri sudah maksimal, tapi lawannya memang lebih bagus, serangannya lebih ada powernya. Tipe permainan mereka juga sama-sama rally, tapi lawan lebih safe,” kata Enroe Suryanto, pelatih yang mendampingi Fitri, dikutip situs PBSI, kemarin.

Menurutnya, Fitri memiliki mental bagus dan bermain tenang. Buktinya, dia bisa menerapkan strategi yang diinstruksikan pelatih. “Sayang dia terburu-buru di game terakhir.”


Bagi Fitriani dan Intan, ini adalah kali pertama mereka bermain melawan pemain asal China. Meskipun sempat grogi, namun dua pebulutangkis muda itu bisa mengimbangi permainan lawan-lawannya.”Kalau ketemu dia lagi, saya harus lebih yakin dan jaga bola-bola bawah,” beber Intan usai laga.

Sedangkan Fitri mengaku sempat grogi sebelum laga. Namun, dia bisa mengatasinya saat berada di lapangan. “Saya bisa main lepas, makanya bisa menang di game pertama. Tetapi saya terlalu buru-buru di game selanjutnya.”

Kegagalan Fitri dan Intan juga diikuti Ruselli Hartawan. Dia harus puas dikalahkan  Kisona Selvaduray asal Malaysia dua game langsung dengan skor 19-21, 13-21.

Dengan hasil ini, maka sektor tunggal putri hanya menyisakan Hanna Ramadini yang lolos usai menang atas Tan Ai Ninna dari Singapura, 21-10 dan 21-14 dalam waktu 23 menit.

Di ganda putri, dua pasangan Indonesia berhasil menembus babak ketiga. Uswatun Khasanah/Masita Mahmudin jadi pasangan pertama yang melangkah setelah mengalahkan pasangan Korea, Lee Boon/Lee Sun Min, dengan skor 23-21, 15-21, 21-10.

Langkah mereka diikuti unggulan kelima, Setyana Daniella Florensia Mapasa/Rosyita Eka Putri Sari yang sukses menggulung pasangan Taiwan, Chang Chao Ning/Lin Yu Ting, 21-8, 21-11.

Sayang, satu pasangan lain harus terhentikan langkahnya. Febriani Endar Kusumawati/Della Augustia Surya tak mampu melewati hadangan unggulan tujuh  Thailand, Pacharapun Chochuwong/Chanisa Teachavorasinskun 23-21, 21-19.

Di bagian putra, langkah terbilang mudah dilalui oleh tunggal, Fikri Ihsandi. Berlaga di Likas Indoor Stadium, Kinabalu, Malaysia, unggulan kedelapan itu hanya bertarung selama 26 menit untuk menyingkirkan wakil tuan rumah, Satheishtharan Ramachandran. Fikri menang dua set langsung, 21-14 dan 21-12.

Satu tunggal lainnya, Ihsan Maulana Mustofa juga lolos ke babak berikutnya, usai memenangi laga alot tiga set melawan pemain China, Zheng Siwei. Sempat tertinggal 16-21 pada set pertama, Ihsan mampu mencuri dua set berikutnya dengan skor 21-14, 24-22. “Secara permainan, saya sebetulnya lebih unggul, dia cuma menang kuat,” jelas Ihsan usai laga.

Selanjutnya Ihsan akan bertemu unggulan keenam asal India, Dani Harsheel.

Sedangkan Fikri Ihsandi akan berhadapan dengan unggulan ke-9 asal Korea, Jin Jeon Hyuk.

Di nomor ganda putra, dari tiga pasangan, Indonesia hanya menempatkan Arya Maulana Aldiartama/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang lolos ke babak berikutnya. Dua wakil lainnya harus gigit jari setelah takluk dari lawan-lawannya.

Arya/Kevin yang berstatus unggulan pertama berhasil mengalahkan Kittiphon Chairojkanjana/Sutichon Pol Gul asal Thailand dengan skor 23-21, 21-13.

Selanjutnya, mereka akan bertemu pasangan Hongkong, Lee Cheuk Yiu/Yeung Shing Choi.

Sedangkan pasangan Indonesia lainnya Fajar Alfian/Rian Swastedian harus mengakui keunggulan Keh Yeap Chua/Muhammad Amzzar Zainuddin, 12-21, 18-21. Demikian juga dengan Arsya Isnanu Ardiputra/Yantoni Edy Saputra. Mereka tersingkir usai kalah dari Chang Ko Chi/Liao Chi Hung, 21-10, 21-19. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya