Berita

Arwani thomafi:net

Konvensi Bisa Buyar Kalau Partai Tak Penuhi Syarat Mengajukan Capres

KAMIS, 11 JULI 2013 | 23:22 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Partai Persatuan Pembangunan belum tuntas merumuskan bagaimana menentukan calon presiden yang akan diusung pada Pilpres 2014 mendatang.

Meski, pada prinsipnya partai kabah ini akan memberi kesempatan kepada kadernya.

"PPP punya mekanisme sendiri untuk memberikan kesempatan kepada kader dan tokoh partai, bagaimana memanfaatkan mekanisme rekrutmen kepemimpinan politik," jelas Jurubicara DPP PPP M. Arwani Thomafi, di ruang Fraksi PPP, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada acara buka puasa bersama (Kamis, 11/7).

Soal wacana konvensi, PPP juga tampaknya belum memastikan apakah akan menempuh cara itu atau tidak. Karena bagi PPP, konvensi mestinya tidak hanya dilakukan satu-dua partai. Tapi harus diakomodir dalam UU Pilpres.

Karena dia kuatir, konvensi akan terbentur apabila syarat partai untuk mengajukan capres-cawapres tidak mengalami perubahan, yaitu harus mengantongi 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara nasional, tapi tidak terpenuhi.

"Ada dilema. Saya kira ada kesulitan di akhir nanti. Misalnya, parpol dipaksa berkoalisi (karena tak mencukupi syarat mengajukan sendiri). Tapi di di sisi lain sudah ada hasil konvensi," tandasnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya