Berita

paloh-ical/net

Politik

Duet Ical-Paloh Ibarat Laut dan Garam

KAMIS, 11 JULI 2013 | 16:32 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL.  Makin menguat sinyal Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (ARB) akan berpasangan dengan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh (SP) pada Pilpres 2014. ARB sebagai capres, SP sebagai pendampingnya. Namun di mata pengamat, duet ARB-SP sebagai langkah sia-sia.

"SP dan ARB itu ibarat garam dan laut. SP garamnya, ARB lautnya, karena Nasdem tak lain adalah sempalan Golkar. Garam tidak mungkin membuat laut lebih asin lagi, alias tidak ngaruh. Malah, seperti kata pepatan "seperti menggarami laut", memasang SP duet dengan ARB adalah perbuatan sia-sia dan membuang energi," kata pengamat politik Dr. Muhammad AS Hikam, Kamis (11/7).

Memasang SP dengan ARB, menurut doktor politik lulusan Hawai University itu, adalah tindakan yang lebih didasarkan kepada kekalutan pikiran dan kepanikan ketimbang sebuah tindakan berdasarkan nalar.


Kalau SP hanya mau berpasangan dengan ARB, katanya, buat apa repot-repot mendirikan partai Nasdem. Sebaliknya, kalau ARB ujung-ujungnya mau berpasangan dengan SP, buat apa repot-repot dulu mendepak SP dan kawan-kawan dari DPP Golkar.

"Apapun perhitungannya, pasangan ARB-SP adalah pasangan yang akan kalah sebelum maju. Mungkin kalau untuk lucu-luan saja masih bagus. Atau memang petinggi-petinggi kedua parpol itu sudah begitu suntuk pikirannya? Kasihan," demikian Hikam, Wakil Rektor President University. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya