Berita

anak sd/net

Buku SD Berbau Porno Beredar, PKS Minta Pemerintah Tidak Diam

KAMIS, 11 JULI 2013 | 10:26 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Sangat disesalkan kasus beredar kembali buku pelajaran sekolah yang memuat cerita bernuansa pornografi.

"Kenapa kasus seperti ini selalu terjadi berulang-ulang. Ini jelas tidak boleh didiamkan, pemerintah dalam hal ini pihak Kemendikbud RI harus segera memperbaiki proses alur penerbitan buku pelajaran dengan ketat, dan dilakukan proses pengawasan yang ekstra, karena hal ini sangat membahayakan bagi para siswa," ujar  anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS, Surahman Hidayat, Kamis (11/7).

Surahman menjelaskan, dalam buku yang ditujukan untuk anak kelas VI SD di Bogor, masing-masing SDN Polisi dan SDN Gunung Gede, tersebut ada cerita pendek (cerpen) berjudul 'Anak Gembala dan Induk Serigala' pada halaman 55-60 dari buku terbitan CV Graphia Buana tersebut. Awalnya tak ada yang salah dengan cerpen yang mengandung unsur sastra ini. Pada halaman 55, cerpen ini bercerita tentang seekor induk serigala yang ingin mencari makanan untuk anaknya.


Akan tetapi ketika sampai di halaman 57, kisah sang induk serigala berubah menjadi kisah seorang perempuan yang bekerja sebagai seorang PSK di kota akibat masa lalunya yang kelam. Narasi yang ditampilkan pada halaman 58 hingga 59 semakin memunculkan kisah mengenai masa lalu si perempuan yang pernah diperkosa oleh seorang mandor hingga melahirkan seorang anak.
 
Surahman sangat berharap pihak Kemendikbud beserta Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan Pusat Kurikulum Perbukuan (Puskurbuk) untuk segera melakukan koordinasi guna melakukan evaluasi secara cermat agar segera diketahui dimana letak kesalahan prosesnya.

"Sehingga kasus seperti ini selalu terjadi berulang-ulang dan harus ada sanksi yang tegas atas keteledoran semacam itu," tandas Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ini. [rsn]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya