Berita

ilustrasi/net

Salat Tarawih dan Ketenangan Diri

KAMIS, 11 JULI 2013 | 08:46 WIB | OLEH: MUHAMMAD SULTON FATONI

SETIAP kali memasuki bulan Ramadhan tampak suasana yang tidak seperti biasanya di sekitar kita. Bulan Ramadhan yang datang di setiap tahun selalu memberi nuansa baru kepada setiap muslim dan lingkungannya tanpa terkecuali. Kekuatan Ramadhan yang mampu mengkonstruksi masyarakat muslim di setiap tahun ini tentu positif, setidaknya telah menggiring masyarakat untuk lebih baik dalam memerankan dirinya sebagai wakil Allah Swt (khalifatullah) di muka bumi.

Ramadhan memang istimewa. Cara memasukinya bulan ini pun istimewa. Saat umur Rasulullah saw memasuki bulan Rajab, beliau berdoa, "Allahumma bariklana fi rajaba wa sya’bana wa ballighna ramadhana" (Ya Allah, berkahi umur ku di bulan Rajab, selanjutnya di bulan Sya’ban dan sampaikan umurku di bulan Ramadhan). Pada saat Rasulullah memasuki bulan Sya’ban, Dia memerintahkan para sahabat untuk memperbanyak amal salih, seperti sedekah, membaca al-Quran, puasa sunnah, dan lainnya. Rasulullah menjadikan bulan Sya’ban (satu bulan sebelum Ramadhan) sebagai bulan pelatihan untuk bersiap memasuki Ramadhan. Segala amal ibadah Ramadhan beliau anjurkan untuk dikerjakan di bulan Sya’ban.

Para kiai tidak bosan-bosan menjelaskan Ramadhan sebagai bulan penuh berkah, rahmat dan ampunan. Ramadhan memang komplit! Tidak ada lagi kurun waktu tertentu di setiap tahun yang lebih menjanjikan dibanding Ramadhan. Nah, bagaimana kita bisa meraih segala keistimewaan Ramadhan? Para kiai sudah membimbing kita untuk melakukan berbagai macam ibadah sebagai pengisi waktu kita di bulan Ramadhan. Jika kita telusuri semenjak masuknya bulan Ramadhan di petang awal hari, sehabis salat Isya’ kita disunnahkan untuk salat tarawih.


Salat tarawih bilangannya 20 rakaat untuk muslim di luar kota Madinah, Saudi Arabia. Berbahagialah untuk muslim yang saat Ramadhan ada di tanah suci: di Makkah bisa menikmati tarawih 20 rakaat sekaligus ibadah thawaf; sedangkan di Madinah bisa menikmati tarawih 36 rakaat. Tentu beribadah di dua kota suci tersebut lebih utama dibanding di luarnya. Namun terkhusus di bulan Ramadhan, salat tarawih kita di Indonesia, meski hanya 20 rakaat bisa-bisa semakin nikmat jika kita mampu istiqamah salat sunnah rawatib. Salat Sunnah Rawatib itu salat yang dianjurkan untuk dilakukan sebelum dan sesudah salat fardhu, sehari-semalam sejumlah 10 rakaat.

Di luar angka-angka salat tarawih tadi, terdapat mutiara terpendam yang perlu kita raih, yaitu kekhusyu’an dan kehadiran Allah dalam hati kita. Salat tarawih yang tampak sebagai ibadah yang menonjolkan kuantitas sebenarnya mendorong kepada pelakunya untuk menjadi pribadi yang tenang, fokus, damai, tenteram serta berorientasi kepada kebaikan alam semesta. Puncaknya salat tarawih tidak hanya mendorong agar setiap muslim menjadi pribadi yang bercahaya namun juga bisa memberi cahaya kepada orang di sekitarnya. Inilah pribadi muslim yang dalam lukisan Imam al-Ghazali, "Ma yabsharu binafsih wa yabsharu bihi ghairah".

Setiap orang merindukan bisa salat tarawih hingga mendapatkan kenikmatannya. Para kiai sudah menuntun kita untuk salat tarawih dengan baik dan benar. Kita sering menemui, di luar salat tarawih, terdapat warna-warni ritual yang disisipkan, seperti membaca shalawat saat jeda salat tarawih, ada seorang yang memerankan diri sebagai “bilal” yang memimpin ritme salat selain kiai, dan lainnya. Semua itu “ijtihad” untuk bermuara kepada kekhusyu’an dan kehadiran hati. Nah, tugas kita yang terpenting adalah berusaha untuk memahami dengan baik dan benar tata cara dan rukun salat: saat berdiri, ruku', sujud dan lainnya.

Mempelajari salat dengan baik dan benar itu untuk meyakinkan diri kita bahwa kita benar-benar dalam keadaan salat. Orang yang sedang salat harus mampu membedakan antara berdiri waktu salat dengan berdiri saat upacara bendera. Orang yang sedang salat harus bisa membedakan antara ruku’ dengan membungkuk saat bermain tenis meja, termasuk antara sujud dengan gerakan yoga. Inilah substansi salat yang harus kita pahami saat salat tarawih.

Fase belajar salat ini memang berat. Namun hanya dengan belajar tata cara salat secara komprehensif yang bisa mengantarkan salat tarawih kita berkualitas. Dalam konteks salat, kita harus kritis terhadap diri kita sendiri, bukan kritis terhadap apa yang terjadi di sekitar kita. Hanya dengan ini salat tarawih bisa mempengaruhi kepribadian kita menjadi lebih baik.***

Penulis adalah Wakil Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya