Berita

ilustrasi/net

Pemda dan Kepolisian Diajak Atur Lalu Lintas Jelang Lebaran

KAMIS, 11 JULI 2013 | 07:31 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) meminta dukungan dan koordinasi dari Pemerintahan Daerah dan Kepolisian untuk pengaturan dan manajemen lalu lintas.

Pasalnya, banyak truk tronton yang melawati jalan dengan muatan berlebih sehingga membuat mogok di badan jalan lalu mengakibatkan jalan cepat rusak dan membuat kemacetan mengular.

Dirjen Bina Marga Djoko Murjanto mencontohkan, kemacetan hingga belasan kilometer di Pantura beberapa waktu lalu akibat truk tronton yang mogok dan memakan hampir empat lajur, demikian juga kemacetan yang terjadi di Tanjung Priok. Hal lain yang terjadi juga akibat beban berlebih, kendaraan yang seharusnya 10-16 ton dan menambah sumbu gandar, pernah terjadi jalan dilewati oleh kendaraan dengan muatan hingga 90 ton dan sumbu gandar yang minim.


PU kata Djoko seperti dilansir dari situr pu.go.id, membangun infrastuktur jalan dengan usia ketahanan 10 -20 tahun. Sementara lalulitas harian rata-rata seperti di Pantura mencapai 40-55 ribu kendaraan per hari dengan empat lajur. Lalu lintas kendaraan tersebut menyebabkan terjadi derajat kejenuhan kendaraan. Dengan lalu lintas harian tersebut seharusnya ditambah lajur jalan, namun di Pantura penambahan lajur tidak bisa dilakukan, sehingga diharapkan kepadatan di Pantura dapat terurai dengan jalan Trans Jawa.

Namun demikian, perbaikan jalan di ruas Pantura dengan panjang sekitar 1.100 km jelang arus mudik lebaran akan terus dilakukan. Karena perbaikan jalan dilakukan selama jalan tersebut digunakan. Perbaikan kata Djoko adalah bersifat terus menerus.

"Penanganan jalan pasti dilakukan selama jalan dipakai. Untuk Pantura, beberapa pekerjaan baru akan selesai pada pertengahan Juli 2013. Terkesan bahwa penanganan Pantura dilakukan terus menerus. Padahal, di ruas tersebut memang selalu dilakukan penanganan jalan," tandas Djoko. [rsn]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya