Berita

foto:net

Kontrol Pemerintah atas Berbagai Harga Kebutuhan Belum Maksimal

RABU, 10 JULI 2013 | 15:51 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Aksi pemerintah mengintervensi pasar dan mengontrol berbagai harga kebutuhan masih belum maksimal. Untuk itu perlu ada bazar-bazar murah yang dilaksanakan atau bisa dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Sehingga masyarakat bisa beribadah dengan baik dan juga bisa merasakan nikmatnya berlebaran.

Calon anggota DPD dari DKI Jakarta, Rommy, dalam keterangan persnya (Rabu, 10/7), mengugkapkan itu terkait harga bahan pokok yang melambung tinggi di bulan Ramadhan dan jelang Lebaran. Hal ini menyebabkan masyarakat kelas menengah ke bawah harus mengatur ekstra akuntansi rumah tangganya. Pasalnya, dari segi pemasukan bisa jadi tidak ada kenaikan, namun pengeluaran naik seiring kenaikan harga BBM dan harga bahan pokok. "Jangan sampai 'besar pasak daripada tiang'," ungkapnya.

Rommy menambahkan, momentum Ramadhan diharapkan bisa mendekatkan pemimpin dengan masyarakat. Pemerintah baik di tingkat Kecamatan maupun Kelurahan di Jakarta, harus proaktif melakukan bazar murah bekerjasama dengan pihak-pihak swasta, dan juga bisa menyediakan iftar/buka bersama. Sehingga shock atas kenaikan BBM yang berdampak pada kenaikan harga kebutuhan dapur setidaknya bisa terkurangi.

Menurutnya, perlu segera didorong agar Pemerintahan Jokowi juga bisa berupaya dengan segenap sumber daya yang ada untuk bisa membantu masyarakat yang berpendapatan kecil. Ibadah puasa bagi aparat pemerintah bisa juga disemarakkan seperti pepatah Jawa 'rame ing gawe, sepi ing pamrih'. Harusnya bekerja membantu masyarakat tanpa mengharap imbalan, sebagai abdi masyarakat.

"Saya sangat mengapresiasi rencana Pak  Jokowi-Ahok tentang rencana gebyar Ramadhan. Semoga kegiatan ini akan mendekatkan masyarakat dengan pemimpin dan juga mengurangi beban kenaikan harga bahan pokok. Ramadhan sudah mulai, sebaiknya segera dilaksanakan," demikian bekas aktivis Ikatan Pelajar Muhammadiyah ini. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya