Berita

Olahraga

Pemerintah Dituntut Jadi Penengah Sengketa Lahan Kampus

RABU, 10 JULI 2013 | 13:38 WIB | LAPORAN:

Tercatat sudah banyak kasus perseteruan yang terjadi antara pihak yayasaan sebagai stareholder (prinsipil) dengan pimpinan (agen) di perguruan tinggi swasta.

"Misalnya, kasus sengketa lahan atau peralihan status dari swasta menjadi negeri yang kerap melibatkan arus bawah, dalam hal ini mahasiswa," tutur koordinator Global Institute, Munawar Azam, melalui rilis yang diterima Rakyat Merdeka Online.

Berdasarkan catatan Global Institut, salah satu kasus yang sempat mencuat ketika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) berubah nama menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Berubahnya nama tersebut bukan semata-mata di kampus tersebut terdapat beberapa fakultas umum. Tapi justru, kasus tersebut berawal dari sengketa lahan antara yayasan dengan universitas.


Namun pada akhirnya, lanjut Munawar, kasus tersebut terselesaikan setelah semua pihak bersepakat pengelolaan lahan tersebut diserahkan kepada pemerintah. Begitu pula dengan kasus sengketa lahan yang terjadi di Bandung antara Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan Universitas Winaya Mukti (Unwim).

Saat itu, ulas Munawar, ITB yang memiliki lahan tersebut menyewakannya kepada pihak Unwim dengan masa kontrak 30 tahun. Namun setelah 30 tahun berjalan dan ITB hendak mengambil alih lahan tersebut terjadilah penolakan dari pihak Unwim. Setelah melalui proses sidang, akhirnya MA memutuskan lahan tersebut diambil alih pemerintah dan dikelola pihak ITB.

"Sekarang ini muncul kembali masalah sengketa lahan yang terjadi antara pihak Yayasan Trisakti dengan Universitas Trisakti. Ini sebenarnya masalah lama yang kembali mencuat ke permukaan," imbuhnya.

Munawar menekankan, seharusnya semua pihak harus ikut bertanggung jawab menyelesaikan sengketa lahan ini. Termasuk pemerintah, harus berani bertindak tegas untuk menyelesaikan kasus tersebut.

"Malah kalau perlu, pemerintah harus bisa menjadi penengah dengan mengambil alih lahan tersebut dan mengelola kampus yang bersangkutan," terang Munawar.

Dengan begitu, masyarakat kampus bisa dengan tenang menyelenggarakan pendidikan tanpa harus dipusingkan dengan masalah tersebut. Apalagi, ketika lahan yang digunakan untuk kampus tersebut menjadi aset negara dan pengelolaannya juga dilakukan pemerintah akan mendapatkan beberapa keuntungan.

"Misalnya biaya kuliah tidak sampai memberatkan masyarakat kampus. Bisa mendapatkan anggaran pendidikan tahunan dari pemerintah, dan fasilitas pun menjadi diperhatikan dengan baik. Sebab, bila tidak ada campur tangan pemerintah, masalah ini akan terus berlarut dan menjadi konflik berkepanjangan, katanya.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya