Berita

Chairul tanjung/net

Politik

Ramadhan Pohan Heran CT dan AB Tak Masuk Konvensi Demokrat

SELASA, 09 JULI 2013 | 09:02 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Konvensi penjaringan capres Partai Demokrat masih bersifat cair dan terbuka, karena pendaftaran peserta konvensi belum dibuka.

"Ini masih cair, tujuh komite konvensi saja belum dibentuk," ujar Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Ramadhan Pohan dalam talkshow di salah satu televisi swasta (Selasa, 9/7).

Hal itu disampaikan Ramadhan menanggapi pemberitaan di harian Rakyat Merdeka yang merilis 12 nama calon peserta konvensi Demokrat. Yaitu; Marzuki Alie, Gita Wirjawan, Mahfud MD, Dahlan Iskan, Jimly Asshiddiqie, Pramono Edhi Wibowo, Irman Gusman, Djoko Suyanto, Djoko Santoso, Syarif Hasan, Jusuf Kalla dan Ani Yudhoyono.


"Itukan versi Rakyat Merdeka. Saya melihat masih ada yang potensial yang tidak masuk. CT (Chairul Tanjung) ada gak? Anies Baswedan (AB) ada gak?" tanya Wakil Ketua Komisi I DPR ini.

Menurutnya, hingga kini pihaknya masih melakukan komunikasi kepada semua pihak. "Konvensi ini melibatbatkan publik yang luas," tandasnya.

Terakhir Ramadhan menjelaskan, hanya ada dua kriteria yang akan mengikuti konvensi Demokrat nanti, yaitu tokoh yang belum dicalonkan partai lain dan yang memiliki keinginan mengikuti konvensi.

Dua hari lalu, Ketua Umum Partai Demokrat SBY sudah menjelaskan aturan tujuh pokok tentang konvensi capres Demokrat, yaitu; sistem konvensi, organisasi konvensi, peserta konvensi, kegiatan dan proses konvensi, waktu dan tahapan konvensi, biaya dan pendanaan konvensi, dan penentuan pemenang konvensi.

Untuk peserta konvensi ditetapkan semi terbuka, yaitu bisa dari kader dan non kader PD. Komite konvensi akan melakukan penjaringan kepada calon peserta konvensi yang cocok atau eligible sebagai kandidat.

"Ini kan (konvensi) semi terbuka, tidak bisa semuanya diterima. Yang berpotensi kira-kira 11 sampai 12 orang, itu udah bagus di tahap awal," ujar Ketua Harian Demokrat Syarif Hasan kemarin di kantor presiden, Jakarta. [rsn]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya