Berita

Marion Bartoli

Olahraga

Lisicki Berurai Air Mata

Gagal Juara Wimbledon 2013
SENIN, 08 JULI 2013 | 08:46 WIB

Marion Bartoli akhirnya keluar sebagai juara di nomor tunggal putri Grand Slam Wimbledon 2013. Sabine Lisicki, sang lawan di final pun menangis tersedu-sedu.

Di babak final, petenis Prancis itu mengalahkan Lisicki di Centre Court All England Club, Sabtu (6/7), 6-1, 6-4 dalam waktu satu jam 21 menit. Lisicki memang tak kuasa membendung air matanya setelah dia kalah di final Grand Slam Wimbledon.

Tapi, air mata Lisicki tak menghilangkan senyum dari wajah cantiknya. Meski sedih dan kecewa, Dia tersenyum saat Bartoli memeluknya di depan net. Ketika menghadapi para fotografer dalam sesi foto, wanita cantik berusia 23 tahun ini juga tetap menebar senyuman. Saat dimintai tanda tangan sebelum meninggalkan lapangan, Lisicki sekali lagi tersenyum.


“Saya menampilkan permainan tenis terbaik saya di sini. Saya menyingkirkan juara dan runner-up tahun lalu. Itu cukup besar. Turnamen ini tentunya telah menjadikan saya pemain yang lebih baik. Hari ini memang berat, tapi pengalaman ini akan membantu saya di masa mendatang. Saya masih yakin akan bisa menjadi juara suatu hari nanti,” katanya di Telegraph.

Lebih rinci Lisicki mengungkapkan, dirnya tidak dalam kondisi 100 persen usai mengalahkan para petenis top dunia, antara lain,  Francesca Shiavone (juara Prancis Terbuka 2010), Samantha Stosur (juara Amerika Serikat Terbuka 2011), Serena Williams (petenis nomor satu dunia, pengoleksi 16 gelar Grand Slam), dan Agnieszka Radwanska (petenis nomor empat dunia). Sementara itu, Bartoli untuk lolos ke final tak sekali pun berhadapan dengan petenis peringkat sepuluh besar dunia.

“Secara fisik dan mental saya tidak 100 persen. Saya menyingkirkan tiga juara Grand Slam dan harus bermain hingga skor 9-7 di set ketiga melawan Radwanska dua hari lalu. Marion lebih segar. Saya sedikit sedih karena tak bisa menampilkan permainan terbaik saya,” kata Lisicki.

Dalam laga itu, kala awal permainan, kedua petenis saling mematahkan servis lawannya. Tapi, setelah itu Bartoli menunjukkan dominasinya. Sebaliknya, Lisicki mulai membuat kesalahan-kesalahan. Bartoli menang 6-1. Memasuki set kedua, Bartoli yang tampil agresif meneruskan permainan apiknya dan membuat Lisicki kewalahan. Unggulan ke-15 itu sempat memimpin 5-1 dan mendapatkan match point.

Namun, Lisicki kemudian bangkit dan menghidupkan peluangnya. Petenis Jerman itu mampu memangkas selisih poin menjadi 4-5. Di game berikutnya, Bartoli memegang servis dan tak lagi membuang kesempatan. Dia memastikan gelar Grand Slam pertamanya lewat sebuah ace yang menawan. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

UPDATE

Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran

Senin, 16 Maret 2026 | 01:30

Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Batang Nihil Korban Jiwa

Senin, 16 Maret 2026 | 01:09

Port Visit di Cape Town

Senin, 16 Maret 2026 | 00:50

Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom

Senin, 16 Maret 2026 | 00:30

Persib dan Borneo FC Puas Berbagi Poin

Senin, 16 Maret 2026 | 00:01

Liberalisasi Informasi dan Kebutuhan Koordinasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:42

Polri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:17

Ketika Jiwa Bangsa Menjawab Arogansi Teknologi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:14

Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:45

Yuddy Chrisnandi: Visi Menteri dan Presiden Harus Selaras

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya