Berita

Olahraga

4 Ribu Pohon Rawan Tumbang Dipangkas Selama 2013

KAMIS, 04 JULI 2013 | 12:47 WIB

Suku Dinas Pertamanan Jakarta Selatan mendata sejak Januari hingga Juni 2013 sudah 4 ribu pohon rawan tumbang yang tersebar di 10 kecamatan dipangkas untuk mencegah kerugian materi serta korban luka maupun jiwa akibat peristiwa pohon tumbang.

"Sudah 4 ribu pohon yang dipangkas. Prioritasnya di jalan-jalan utama seperti Jalan Panglima Polim, Iskandarsyah, Iskandar Muda, Gatot Subroto, dan Arteri Pondok Indah," ujar Kepala Suku Dinas Pertamanan Jakarta Selatan, Nandar Sunandar, Kamis (4/7) seperti dilansir dari Beritajakarta.

Bahkan jumlah pohon yang dipangkas, kata Nandar, diperkirakan akan terus bertambah mengingat saat ini hujan disertai angin kencang masih melanda ibu kota.


"Hingga saat ini kan masih sering turun hujan. Apalagi anginnya juga kencang, makanya kita terus lakukan penopingan untuk pohon yang besar dan rimbun," kata  Nandar.

Setiap Seksi Pertamanan yang ada di kecamatan, lanjut Nandar, bertanggung jawab untuk memantau perkembangan pohon-pohon di wilayahnya. Jika dianggap bisa membahayakan, langsung ditoping atau tebang.

"Harus terus memantau. Kalau tidak bisa ditoping karena sudah lapuk dan rapuh ya bisa ditebang," tuturnya.

Untuk itu, lanjut Nandar, setiap seksi dibekali dengan satu unit gergaji mesin.

"Masing-masing punya satu gergaji mesin, tapi di Sudin ada dua untuk cadangan. Anggaran untuk penopingan di Sudin Pertamanan untuk satu tahun itu sekitar Rp 700 juta," ungkapnya.

Bagi warga yang ingin melakukan penopingan, Nandar melanjutkan, bisa langsung menghubungi Seksi Pertamanan di kecamatan. "Lapor saja daripada nanti malah tumbang, bisa menimbulkan korban," tandas Nandar.[wid] 

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

UPDATE

Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran

Senin, 16 Maret 2026 | 01:30

Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Batang Nihil Korban Jiwa

Senin, 16 Maret 2026 | 01:09

Port Visit di Cape Town

Senin, 16 Maret 2026 | 00:50

Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom

Senin, 16 Maret 2026 | 00:30

Persib dan Borneo FC Puas Berbagi Poin

Senin, 16 Maret 2026 | 00:01

Liberalisasi Informasi dan Kebutuhan Koordinasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:42

Polri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:17

Ketika Jiwa Bangsa Menjawab Arogansi Teknologi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:14

Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:45

Yuddy Chrisnandi: Visi Menteri dan Presiden Harus Selaras

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya