Berita

ilustrasi/ist

Nusantara

Stafsus Presiden: Pemerintah Pusat Sudah Turun ke Aceh

RABU, 03 JULI 2013 | 06:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Pemerintah bereaksi cepat menanggulangi musibah gempa 6,2 SR yang terjadi kemarin (Selasa, 2/7) pukul 14.37 Wib di Aceh.

Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam, Andi Arief mengatakan, bahwa penyelamatan dan pedataan korban masih terus dilakukan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD bersama TNI, Polri, Tagana, PMI, relawan dan masyarakat telah dan sedang melakukan penanganan darurat.

"Selain itu, upaya pencarian dan penyelamatan dan pendataan korban terus dilakukan," kata Andi Arief.


Terkait beredarnya isu di sosial media tentang adanya letusan Gunung Api Burni Telong, Andi menegaskan, bahwa hal tersebut tidak benar. Laporan PVMBG, 23:00 WIB, terekam 64 gempa vulkanik dalam, 49 gempa vulkanik dangkal, dan 92 gempa tektonik. Pemantauan Gunung Burni Telong telah dintensifkan. Status masih Normal. Andi juga menambahkan jika jumlah kegempaan vulkanik dalam dan gempa vulkanik dangal terus meningkat, aktivitas Gunung Burni Telong akan ditingkatkan dari Normal ke Waspada, sesuai informasi dari Dr. Surono (PVMBG).

Andi juga berharap, intesitas para tokoh, budayawan dan ilmuwan kebencanaan mensosialisasikan potensi dan mitigasi bencana seperti kegiatan International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS), “Gempa: Dialog Sains dan Agama,” Kamis (27/6) dapat ditingkatkan.

"Indonesia telah memiliki Peta Gempa Nasional, dari peta tersebut sudah sangat jelas hampir di semua titik memiliki potensi kegempaan." lanjut Andi seperti dilansir dari laman setkab.go.id.

Andi juga mengemukakan, Tim Reaksi Cepat penanggulangan bencana dari pusat, Selasa (2/7)  malam, pukul 21.00 WIB dengan menggunakan pesawat khusus juga telah berangkat ke Aceh. Dan menurut laporan sudah di lokasi bencana. Tim terdiri dari BNPB, SRC PB (Satuan Reksi Cepat Penanggulangan Bencana), Kementerian Sosial, Kementerian PU dan Kementerian Kesehatan dan sebagainya.

Sementara Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho merilis tadi malam (2/7), di Bener Meriah terdapat 5 orang meninggal dunia, 2 orang hilang, 70 orang luka-luka dan puluhan rumah mengalami rusak berat.

Sedangkan di Aceh Tengah terdapat 1 orang meninggal dunia, 140 orang luka-luka, 300 unit rumah rusak, 1 ruas jalan terputus di Km 92 Takengon, Kp Muliye, Kec. Kebayakan. [rsn]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya