Berita

FOTO: RMOL

Olahraga

Ultah LSPR, dari Broadway ke Ramayana

SELASA, 02 JULI 2013 | 06:32 WIB | LAPORAN:

Perayaan HUT ke-21, London School of Public Relations (LSPR) kali ini berlangsung istimewa. Biasanya panggung LSPR lebih sering diiisi dengan teater musikal broadway. Namun kali ini LSPR menampilkan sebuah pertunjukan teater yang kreatif dan berbeda disuguhkan kepada masyarakat dan mahasiswa yaitu ketoprak humor dengan lakon "Kisah Ramayana".

Hal unik dari ketoprak ini tidak dimainkan oleh mahasiswa, melainkan oleh para pencetak komunikator handal. Yaitu para dosen yang mengajar di lembaga yang tepat pada 1 Juli 2013 ini merayakan ulang tahunnya yang ke-21.

"Dosen itu panutan bagi para mahasiswa. Pesan moral kisah ini adalah tentang kesetiaan, ketekunan dan pertemanan antara sesama. Selain itu juga mengajarkan kita untuk cinta terhadap budaya kita. Hal itu harus dimiliki oleh dosen terlebih dahulu baru kemudian dapat mudah disampaikan kepada para mahasiswa," ujar Director and Founder LSPR, Prita Kemal Gani, di Jakarta tadi malam (Senin, 1/7).


Selain itu, Prita juga mengaku sangat terkejut dengan suguhan teatrikal yang dimainkan oleh para dosen LSPR karena dinilai sukses memainkan figur dari masing-masing karakter secara komedi.

Selain dimainkan oleh para dosen, teater komedi ini juga mengikutsertakan pengamat budaya Indonesia, Arswendo Atmowiloto, sebagai dalang. Sesekali Arswendo menyampaikan pesan-pesan berbau politis ketika sedang berada di atas panggung.

"Hallo dari jokowi? Eh bukan dari Cikeas ya? Oh saya ndak bisa datang karena sedang ada acara," canda Arswendo dalam perannya.

Dibutuhkan waktu dua bulan oleh para dosen ini untuk berlatih. Uniknya, para pemain berasal dari berbagai latar belakang suku dan budaya. Misalnya, untuk peran Dewi Sinta panitia memilih Yunita Permatasari Marpaung yang berasal dari suku Batak.

"Berat ya. Saya orang Batak harus meranin seorang Dewi dari Jawa. Aduh kayanya berat banget. Tapi setelah latihan intensif akhirnya bisalah menjiwai," ujar dosen Public Relations LSPR itu.

Walau demikian, 30 pemain yang berasal dari berbagai latar belakang budaya ini tampak memainkan setiap karakter dengan baik. Sepanjang pementasan, penonton tak henti-hentinya dibuat tertawa terpingkal-pingkal dengan adegan yang dimainkan secara apik menggunakan bahasa sehari-hari oleh pemain.

Salah satunya ketika adegan Subali dan Sugriwa yang tengah bertikai memperebutkan Dewi Tara. Dewi Tara yang diperankan oleh Elke Alexandria dengan bahasa anak jaman sekarang, Dewi Tara menanyai dimana keberadaan Subali selama ini.

"Kakang kemana saja selama ini? Di SMS nggak dibalas, ditelpon nggak diangkat, di bbm-in cuma checklist saja, twitter, whatsup nggak dibalas, kemana?" ujar Dewi Tara kepada Subali dalam salah satu adegannya yang sontak mengundang gelak tawa para penonton.

Menurut Deputi Director LSPR yang juga merangkap sebagai sutradara pementasan Ketoprak Ramayana, Chrisdina Wempi, dosen LSPR memang berasal dari berbagai macam latar belakang budaya.

"Jadi kami berlatih dengan keragaman didalamnya. Tidak hanya ada dosen orang Jawa tapi juga ada yang bukan orang Indonesia," kata Wempi.

Menurut Wempi, hasil penjualan tiket acara ini akan disumbangkan ke LSPR Peduli. Yaitu mulai dari kegiatan lingkungan hidup, peduli korban bencana alam, kelaparan, banjir dan lain sebagainya. [rsn]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

Sekjen PBB Kecewa AS Keluar dari 66 Organisasi Internasional

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:15

Gus Yaqut Tersangka Kuota Haji, PKB: Walau Lambat, Negara Akhirnya Hadir

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:15

Gus Yahya Tak Mau Ikut Campur Kasus Yaqut

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:03

TCL Pamer Inovasi Teknologi Visual di CES 2026

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:56

Orang Dekat Benarkan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Ngadep Jokowi di Solo

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:47

KPK Sudah Kirim Pemberitahuan Penetapan Tersangka ke Yaqut Cholil dan Gus Alex

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:24

Komisi VIII DPR: Pelunasan BPIH 2026 Sudah 100 Persen, Tak Ada yang Tertunda

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:56

37 WNI di Venezuela Dipastikan Aman, Kemlu Siapkan Rencana Kontigensi

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:45

Pilkada Lewat DPRD Bisa Merembet Presiden Dipilih DPR RI

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:40

PP Pemuda Muhammadiyah Tak Terlibat Laporkan Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:26

Selengkapnya