Berita

ilustrasi/ist

Dunia

Usai Satu Warganya Tewas, AS Keluarkan Peringatan Perjalanan ke Mesir

SABTU, 29 JUNI 2013 | 20:32 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya yang hendak menuju Mesir. Peringatan ini disampaikan menyusul peningkatan eskalasi demonstrasi peringatan satu tahun pemerintahan Presiden Mesir Mohamed Mursi yang telah menewaskan satu warga AS.

"Kerusuhan politik, yang meningkat sebelum referendum konstitusi pada Desember 2012 dan saat peringatan Revolusi Mesir pada 25 Juni kemarin, kemungkinan akan terus berlanjut, di mana demontrasi lanjutan akan difokuskan pada peringatan tahun pertama Presiden Mursi berkuasa pada 30 Juni," kata peringatan itu, seperti dikutip al Jazeera (Sabtu, 29/6).

Demontrasi, lanjut peringatan itu, telah berubah menjadi kekerasan. Bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa telah mengakibatkan kematian, cedera dan kerusakan, termasuk tewasnya seorang warga AS di Alexandria.


"Pengunjuk rasa melemparkan batu dan bom molotov di mana pasukan keamanan membalas dengan menggunakan gas air mata. Selain itu, ada beberapa laporan yang menyebutkan penggunaan senjata api," lanjut peringatan itu.


Peringatan ini, diakui pihak AS, ditujukan untuk mengurangi kehadiran warga negaranya di negeri Piramida itu, yang akan memungkinkan beberapa staf dan keluarga personil Kedutaan Besar Amerika di Ibu Kota Kairo untuk meninggalkan Mesir hingga kondisi membaik.

AS tentu tidak akan mengulang kejadian tewasnya dubes mereka, Christopher Stevens, yang menjadi korban unjuk rasa di Libya, September lalu.

Setidaknya ada enam warga Mesir tewas dalam bentrokan saat unjuk rasa pada pekan lalu yang meletup di seantero Mesir untuk menuntut Mursi lengser. Massa dari kelompok penentang Mursi berjalan menuju Alun-alun Tahrir, sambil membentangkan bendera dan meneriakkan agar presiden yang diusung dari Ikhwanul Muslimin itu segera mundur. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya