Berita

Politik

Anas Segera Launching Pergerakan Indonesia

JUMAT, 28 JUNI 2013 | 13:42 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Anas Urbaningrum mendirikan organisasi baru bernama Pergerakan Indonesia. Organisasi yang akan jadi kendaraan politik Anas setelah tidak lagi menjabat ketua umum Partai Demokrat ini akan dideklarasikan dalam waktu dekat.

"Kemungkinan dilaunching Ramadhan atau setelah lebaran nanti," kata loyalis Anas, Tridianto, kepada Rakyat Merdeka Online, Jumat (28/6).

Tridianto menjelaskan Pergerakan Indonesia didirikan Anas bersama para loyalis yang beberapa di antaranya  sudah pindah ke berbagai partai. Pendirian organisasi didasari kebutuhan adanya wadah perjuangan bagi Anas setelah mengundurkan diri sebagai ketua umum Partai Demokrat karena menjadi tersangka korupsi Hambalang.


"Pergerakan Indonesia adalah awal dari langkah politik Mas Anas," imbuh mantan ketua DPC Partai Demokrat Cilacap ini.

Dukungan besar dan sambutan baik dari para loyalis, kata dia, semata karena melihat Anas adalah aset bangsa, yang punya potensi besar memimpin bangsa namun sekarang sedang diuji dengan permasalahan hukum.

"Perjuangan di politik harus tetap dijaga, jangan sampai mati tiada arti. Inilah salah satu misi penting dari pendirian Pergerakan Indonesia," tandasnya. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya