Berita

Rizal Ramli: APBN Perubahan Jangan Jadi Tradisi!

SELASA, 25 JUNI 2013 | 21:53 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ketua Aliansi Rakyat untuk Perubahan (ARUP) DR Rizal Ramli minta agar DPR dan pemerintah mulai tahun depan menghentikan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Peruabahan (APBNP). Melihat fakta yang terjadi beberapa tahun terakhir, APBNP ternyata menjadi pintu masuk bagi terjadinya praktik korupsi berjamaah.

"Saya minta sebaiknya tradisi pembahasan APBNP mulai tahun depan dihentikan. Pembahasan APBNP hanya boleh dilakukan kalau memang ada gejolak makro ekonomi global yang luar biasa. Misalnya, terjadi resesi dunia atau gejolak nilai tukar mata uang. Proses pembahasan yang serba cepat, membuat tradisi pembahasan APBNP sering menjadi pintu masuk untuk korupsi berjamaah. Ini harus dihentikan," ujar Rizal Ramli kepada wartawan usai diterima Ketua DPR Marzuki Alie di Komplek DPR Senayan, Jakarta, Selasa (25/6).

Marzuki menyambut baik masukan berharga yang disampaikan Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid tersebut. Dia sependapat, bahwa pembahasan APBNP memang sebaiknya ditiadakan jika tidak ada hal-hal yang luar biasa yang membuat asumsi-asumsi makro ekonomi yang telah ditentukan menyimpang jauh.


"Pada kasus APBN 2013, memang asumsi-asumsi makro ekonomi yang telah dipatok meleset jauh. Itulah sebabnya pembahasan APBNP perlu dilakukan. Tapi saya kira, apa yang disampaikan Pak Rizal adalah masukan yang amat berharga. DPR akan memperhatikan masukan itu dengan sungguh-sungguh. Kami akan meneruskan masukan ini ke eksekutif, agar pembahasan APBNP ke depan tidak lagi dijadikan tradisi," katanya.

Pada kesempatan itu Rizal Ramli yang calon presiden paling reformis versi Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) tersebut juga minta dilakukan pembenahan mendasar pada proses dan arah pembahasan APBN. Pemerintah dan DPR harus menyusun pos-pos anggaran yang benar-benar bermanfaat bagi mayoritas rakyat. Caranya, antara lain, dengan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur dan mengurangi secara signifikan alokasi anggaran belanja birokrasi. Dengan demikian, APBN yang dihasilkan benar-benar bermanfaat untuk rakyat dan tepat sasaran.

"Menaikkan harga BBM dengan dalih untuk menyelamatkan APBN adalah lengkah keliru. Masih banyak cara lain yang bisa dilakukan tanpa harus menaikkan harga BBM. Antara lain meningkatkan efisiensi anggaran di setiap kementerian dan badan atau lembaga negara, menyikat habis mafia minyak yang sangat merugikan rakyat dan negara, dan menghentikan pengalokasian subsidi bunga obligasi rekap perbankan yang mencapai Rp60 triliun per tahun sampai tahun 2033," ungkap capres yang di kalangan Nahdiyin akrab disapa Gus Romli.

Sehubungan dengan itu, Marzuki juga menyetujui permintaan Rizal Ramli agar diselenggarakan pertemuan untuk membahas masalah ini secara lebih teknis dan detil. Dia bahkan berjanji akan memfasilitasi pertemuan Menteri Keuangan era Gus Dur itu dengan  Badan Anggaran (Banggar) DPR guna pembahasan lebih lanjut. [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya