Berita

DR. rizal ramli/ist

Pemimpin Pencitraan Hanya Akan Jadi Catatan Kaki

SABTU, 22 JUNI 2013 | 02:23 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemimpin yang diingat dalam sejarah adalah pemimpin yang punya visi untuk memajukan bangsa dan negaranya. Tidak ada pemimpin yang mengandalkan pencitraan yang dikenang dalam sejarah.

"Pemimpin yang mengandalkan citra hanya akan menjadi catatan kaki," ujar Ketua Aliansi Rakyat Untuk Perubahan (ARUP) DR. Rizal Ramli di sela acara Sarasehan "Trisakti Bung Karno dan Masa Depan Indonesia" dalam rangka Haul Bung Karno di Lawean, Solo, Jumat (21/6) malam. 

Presiden pertama RI Ir. Soekarno misalnya, dikenal masyarakat dunia karena punya visi hebat yakni ingin negara-negara di Asia dan Afrika bebas dari penjajahan. Soekarno dikenang sejarah sebagai tokoh anti kolonialisme dan imperialisme. Contoh lainnya, Mahatma Gandhi dikenal sebagai pemimpin yang memerdekakan India dari penjajah dengan cara perjuangan tanpa kekerasan. 


"Pemimpin itu visinya yang paling penting, buka karena banyak pasang iklan atau pasang spanduk di jalanan," kata Rizal yang merupakan Menteri Kordinator Perekonomian era Pemerintahan Aburrahman Wahid.

Kualitas seorang pemimpin, menurut calon presiden paling reformis versi Lembaga Pemilih Indonesia itu, juga diukur dari karakternya. Seorang pemimpin harus memiliki karakter yang kuat dan teguh dengan cita-cita. Ukuran lainnya, seorang pemimpin harus punya kemampuan untuk mengubah mimpi rakyatnya menjadi kenyataan. 

"Kalau bisanya cuma memberi mimpi atau janji-janji, lebih baik tidak usah jadi pemimpin," pungkasnya.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya