Berita

Politik

Inilah Beda Konvensi di Demokrat dengan Konvensi di AS

KAMIS, 20 JUNI 2013 | 16:48 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Konvensi untuk menjaring calon presiden yang akan diusung Partai Demokrat berbeda dengan konvensi yang biasa dilakukan partai politik di Amerika Serikat.

"Konvensi Demokrat bersifat terbuka, bisa diikuti kader dan tokoh di luar partai. Di Amerika Serikat konvensi hanya untuk menseleksi tokoh partai," ujar Ketua DPP Partai Demokrat Kastorius Sinaga dalam diskusi bertajuk 'Siapa yang Ikut Konvensi Partai Demokrat' di Galeri Cafe, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (20/6).

Perbedaan lainnya, konvensi yang berlaku di Amerika ditentukan suara daerah setelah sebelumnya tokoh partai tersebut diseleksi untuk kemudian diusung ke tingkat nasional. Adapun di Demokrat yang menentukan menangnya seorang peserta konvensi adalah berdasarkan tingkat popularitas dan elektabilitas hasil survei publik.


"Survei dilakukan lembaga independen baik yang dilakukan secara nasional mapun di daerah," tuturnya.

Survei publik terhadap peserta konvensi, kata dia, dilakukan oleh lembaga survei independen. Hal itu penting agar bisa menggambarkan penilaian masyarakat. Selain itu, hal ini juga  gunanya untuk menghindari terjadi money politic dimana peserta konvensi membeli suara daerah dengan sejumlah uang.

"Pengurus daerah dan Majelis Tinggi hanya mengendrose calon yang sudah diuji survei independen tadi," tandasnya. [rsn]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya