Berita

Politik

Komite Konvensi Demokrat Diisi Pakar dari Luar

KAMIS, 20 JUNI 2013 | 15:34 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Partai Demokrat akan membentuk Komite Konvensi yang bertugas menseleksi calon presiden mereka pada tahun 2014 nanti. Komite Konvensi akan diisi oleh orang-orang ahli di luar struktural Partai Demokrat.

"Mereka tidak punya kepentingan langsung dengan Partai Demokrat," ujar Ketua DPP Partai Demokrat Kastorius Sinaga dalam diskusi bertajuk "Siapa yang Ikut Konvensi Partai Demokrat" di Galeri Cafe, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (20/6).

Kastorius menjelaskan Komite Konvensi terdiri dari orang-orang di luar struktur Partai Demokrat yang punya kapasitas teruji di publik di bidangnya masing-masing. Ada pengamat politik, pengamat militer, dan pakar di bidang lainnya.


"Komite akan dibentuk September nanti. Tugasnya menerima pendaftaran, menseleksi, dan menetapkan syarat peserta yang ikut konvensi," katanya.

Dengan begitu, kata Kastorius menjamin, konvensi yang digelar Partai Demokrat tidak asal-asalan atau abal-abal. Nama-nama yang ikut konvensi akan diseleksi sehingga mereka bisa mendapatkan calon yang layak untuk mereka usung pada 2014 nanti.

"Konvensi jadi medium untuk menjaring capres yang baik. Kita hanya bisa jaga konvensi kredibel, bukan akal-akalan," demikian Kastorius. [rsn]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya