Berita

KUOTA HAJI INDONESIA

Pemuda Muhammadiyah Mendesak Pemerintahan SBY Segera Mencari Solusi

KAMIS, 20 JUNI 2013 | 09:22 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Keputusan pemerintah Arab Saudi mengurangi kuota haji Indonesia sebesar 20 persen harus segera diantisipasi. Selain upaya negosiasi agar kuota tetap dipertahankan, pemerintah juga didesak untuk segera mencari solusi paling baik sehingga para calon jamaah haji tidak ada yang dirugikan.

Menurut Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Saleh Partaonan Daulay, bagaimana pun, pengurangan kuota tersebut dinilai akan menimbulkan dampak yang tidak sedikit.

"Bayangkan, saat ini hampir semua calon haji Indonesia diperkirakan sudah melunasi BPIH mengingat batas terakhir pelunasan yang ditetapkan kemenag adalah 12 Juni. Kalau berkaca pada kuota haji tahun lalu, yakni  221 ribu orang, berarti ada sekitar 44 ribu orang yang sudah membayar namun tidak akan berangkat. Jika BPIH-nya dirata-ratakan 35 juta, bayangkan berapa uang calon haji yang dikumpulkan?" ujar Saleh.


Selain itu, karena BPIH setiap tahunnya selalu berubah, apakah calhaj yang tidak jadi berangkat tahun ini akan membayar BPIH seharga tahun depan? Kalau ada kenaikan, belum tentu semua calhaj yang tertunda itu bisa membayar tambahan. Lalu, siapa yang akan menanggulanginya?

Masalah lain yang tidak kalah penting untuk dijelaskan pemerintah adalah mekanisme dan cara penentuan siapa di antara calon haji tersebut yang diberangkatkan tahun ini dan siapa pula yang harus ditunda tahun depan. Kalau semuanya merasa mampu, tentu harus ada kriteria-kriteria rasional yang harus ditetapkan sehingga bisa diterima semua pihak.

Di samping persoalan teknis seperti itu, persoalan lain yang perlu ditegaskan oleh pemerintah adalah bahwa seluruh kuota yang ada harus diberikan kepada calhaj yang sudah resmi terdaftar. Jangan sampai, ada rombongan pejabat pemerintah yang membawa rombongan keluarga, family, teman, atau kerabat lainnya. Jika hal itu terjadi, tentu akan menimbulkan kekecewaan di kalangan calon haji yang kemungkinan sudah mengantre sejak beberapa tahun lalu.

"Tahun lalu kan sempat ada protes. Katanya, ada menteri yang membawa rombongan besar. Kalau sudah membawa rombongan seperti itu, tentu ada kuota orang lain yang diambil. Atau mungkin ada jalur khusus yang memungkinkan mereka bisa berangkat. Nah, untuk tahun ini, kalaupun ada jalur khusus dan kuota lebih, harusnya semua diberikan kepada calon haji yang tertunda keberangkatannya," demikian Saleh. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya