Berita

Politik

Inilah Petuah SBY Bagi Siapapun yang Mau Jadi Presiden

RABU, 19 JUNI 2013 | 22:03 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Setiap warga negara Indonesia punya hak politik untuk jadi calon presiden dan juga punya peluang untuk menang. Ada yang peluangnya besar dan ada pula yang kecil. Tapi diingatkan bahwa yang peluangnya kecil bisa dibuat menjadi besar.

Demikian pandangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang disampaikannya di pesta HUT ke-14 Rakyat Merdeka Group, di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (19/6).

SBY mengingatkan, sebelum memutuskan maju sebagai capres, seseorang harus memahami keadaan negara seutuhnya. Menurut dia, melihat Indonesia tidak bisa dengan snapshot, tapi sebagai motion picture dari tahun 1998 kala reformasi digulirkan hingga sekarang.


"Kalau sudah pahami itu kalkulasikan kekuatan masing-masing, peluang dan jalan yang akan dilewati untuk maju sebagai kandidat," ucapnya lagi.

"Jika sudah oke, putuskan untuk maju, jangan ragu-ragu. Mulailah persiapan dari sekarang, persiapan itu 50 persen dari kemenangan. Itu tahap pertama," jelasnya.

Tahap ke dua, sambung SBY, bagaimana berjuang sekuat tenaga dalam kampanye. Tidak ada resep yang ajaib atau kiat satupun yg menjanjikan. Pilpres, katanya, sama dengan perang milier atau perang bisnis. Di dalamnya tak lepas dari paduan seni dan kekuatan.

"Peperangan politik yang jelas juga memiliki misteri, karena itu banyak ketidakpastian, strategi dan taktik dan persiapan logistik. Didukung kerja keras dan kegigihan untuk menangkan pemilihan," tutur dia. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya