Berita

sby

SBY, Jangan Ragu Pecat PKS!

RABU, 19 JUNI 2013 | 18:32 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Selaku pemimpin tertinggi Sekretariat Gabungan (Setgab), Susilo Bambang Yudhoyono tak perlu ragu untuk mengeluarkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari koalisi. Pasalnya, PKS sudah sering kali berseberangan dengan Setgab.

"Menurut saya lepaskan saja, daripada jadi benalu," ujar Dosen Program Studi Ilmu Politik FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, A. Bakir Ihsan, kepada Rakyat Merdeka Online, Rabu (19/6).

Menurut Bakir, Presiden SBY juga tak perlu ragu memecat menteri asal PKS sebagai hukuman atas sikap membangkang mereka terkait kebijakan mencabut subsidi bahan bakar minyak (BBM). Reshuffle terhadap menteri dari PKS diyakininya tidak akan mengganggu kinerja kabinet karena alasan tugas kerja yang tinggal setahun lagi


Bakir mengatakan jabatan menteri bukan pekerjaan yang sangat teknis. Karena itu pergantian menteri apalagi menteri pengganti memiliki kecakapan lebih, tak akan mengganggu kerja pemerintahan

"Menteri adalah jabatan politis dan diberikan berdasarkan transaksi politik. Maka ketika transaksi tak lagi menguntungkan buat apa dipertahankan. Apalagi  menteri-menteri dari PKS tak menunjukkan prestasi yang menambah nilai lebih bagi SBY," tandas Bakir. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya