Berita

Fans Brazil

Olahraga

1000 Fans Brazil Tolak Piala Dunia 2014

SENIN, 17 JUNI 2013 | 09:13 WIB

Pesta sepakbola terbesar  Putaran final Piala Dunia 2014 menuai protes dari sebagian masyarakat Brazil. Penyebabnya adalah biaya untuk penyelenggaraan turnamen tersebut terlalu besar, padahal banyak layanan masyarakat yang masih terbengkalai.

Polisi setempat mengatakan, sekitar 1.000 orang melakukan demonstrasi memprotes Piala Konfederasi di depan Stadion Nasional di Brasilia, hanya beberapa jam sebelum Brasil menghadapi Jepang di pertandingan pembukaan Piala Konfederasi, (16/6).

Polisi anti huru hara berjumlah 54 ribu orang diturunkan untuk menjaga para demonstran agar tidak terlalu dekat dengan stadion, saat ribuan penggemar tiba untuk menyaksikan laga perdana di ibukota negara. Para pengunjuk rasa memulai nyanyian dan berbaris sekitar satu mil jauhnya dari tempat pertandingan.


Dalam aksinya, para pendemo membawa spanduk dan poster yang bertuliskan “tidak ada Kesehatan dan Pendidikan, semuanya untuk Piala Dunia.”

Aksi protes yang awalnya damai berubah menjadi kacau saat para demonstran hendak menutup akses ke stadion. Polisi menggunakan gas air mata dan tembakan peluru karet untuk membubarkan demonstran. Setidaknya 33 orang, termasuk empat polisi, terluka karena kekacauan ini. Polisi menahan 22 orang yang dianggap bertanggung jawab dalam kerusuhan sporadis tersebut.

Demontrasi ini merupakan rangkaian aksi serupa yang berlangsung di Brasil selama seminggu. Mereka meminta anggaran yang demikian besar itu dialokasikan untuk sektor pendidikan dan layanan kesehatan.

Putaran final Piala Dunia akan digelar di Brazil untuk kedua kalinya setelah 1950. Dana untuk renovasi sejumlah stadion di sejumlah kota yang tidak memiliki klub sepakbola top sangat besar, sehingga memunculkan kekhawatiran tertentu.

Pendemo juga mengatakan tingginya harga tiket membuat sebagian warga kelas bawah tidak mampu menikmati gelaran tersebut. “Ini memalukan, uang kita mereka gunakan agar pertandingan ini berjalan tapi kami tidak mendapatkan imbalan apapun,” keluh demonstran Jaisson Peres.

Stadion di Brasilia adalah salah satu yang paling mahal dari enam stadion yang dibangun menjelang turnamen pemanasan Piala Dunia, setidaknya diperlukan biaya sekitar 600 juta dollar AS atau Rp 6 triliun untuk membangun stadion itu.

FIFA menyatakan “keyakinan penuh” bahwa pemerintah Brazil mampu mengatasi masalah. “Kami mengawasi situasi yang terjadi dan kami sudah menghubungi panitia lokal. Kami yakin hal ini bisa diatasi oleh Kepolisian Brazil dan juga pemerintahan mereka,” ujar juru bicara FIFA, Pekka Odriozola. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya