Berita

Michael Karkoc/ap

Komandan Nazi Ketahuan Hidup Nyaman di Amerika Serikat

MINGGU, 16 JUNI 2013 | 17:34 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Michael Karkoc sedang jadi buah bibir. Pria berusia 94 tahun ini sudah enam dekade lamanya menetap dengan nyaman di Minneapolis, Amerika Serikat. Dia adalah perwira Legiun Pertahanan Diri Ukraina pasukan elit Schutzstaffe (SS) Nazi Jerman di era Perang Dunia Kedua.

Kabar mengenai Karkoc ini mengejutkan banyak orang khususnya di Amerika Serikat dan Eropa.

Dari hasil investigasi Associated Press diketahui bahwa Karkoc adalah pejabat tinggi di Legiun Pertahanan Diri Ukraina. Dia dituduh terlibat dalam berbagai kejahatan selama perang berlangsung, termasuk dalam pembakaran sebuah desa yang menewaskan anak-anak dan perempuan.


Sebuah dokumen dari tahun 1949 ditemukan dan di dalamnya disebutkan bahwa pada tahun itu kepada otoritas AS Karkoc mengaku tidak pernah terlibat dalam wajib militer selama Perang Dunia Kedua.

Walaupun dalam dokumen-dokumen lain yang diinvestigasi AP tidak ditemukan catatan pasti mengenai keterlibatannya dalam kejahatan perang secara langsung, namun pengakuan dari orang-orang yang pernah berada di bawah unitnya, juga dokumen lain yang ditemukan, memastikan bahwa unit yang dipimpin Karkoc membantai warga sipil.

Dokumen SS Nazi bahkan mengatakan Karkoc dan unitnya terlibat dalam Perlawanan Warsawa 1944, dimana Nazi secara burtal menekan warga Polandia yang menentang Jerman.

Hari Jumat kemarin (14/6), AP berusaha menemui KArkoc di kediamannya di sebuah pemukiman di baratlaut Minneapolis. Namun tidak seorangpun yang membuka pintu. AP juga disebutkan berulangkali menghubungi putra Karkoc, Andriy Karkos, untuk mengatus wawancara. Namun sejauh ini hal itu belum berhasil dilakukan.

Pekan lalu Andriy Karkos mengecam AP atas tuduhan-tuduhan itu. Dia mengatakan bahwa Karkoc telah dinaturalisasi sebagai warganegara AS pada 1959.

"Ayah saya tidak pernah menjadi Nazi," ujar Andriy Karkos yang menggunakan ejaan berbeda untuk nama keluarganya. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya