Berita

Abdelilah Benkirane/ist

Dunia

Benkirane: Pemerintah Perlu Perbesar Transparansi

SELASA, 11 JUNI 2013 | 08:52 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sudah saatnya pemerintah memperbesar transparansi terutama dalam pembuatan kebijakan nasional. Ini adalah cara paling efektif dalam menghadapi tantangan jaman dan memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat.

Demikian disampaikan Perdana Menteri Kerajaan Maroko Abdelilah Benkirane ketika membuka seminar mengenai efisiensi administrasi publik dan keterbukaan pemerintahan yang diselenggarakan Kementerian Pelayanan Publik Maroko bekerjasama dengan Pusat Pelatihan dan Penelitian Administrasi untuk Pembangunan Afrika (CAFRAD) di Rabat (10/6).

Dalam peryataan Benkirane yang dibacakan Menteri Negara Abdellah Baha itu ditekankan bahwa keterbukaan dan transparansi menjadi kebutuhan di tengah berbagai persoalan yang melanda dunia. Krisis ekonomi di negara berkembang pada gilirannya telah menumbuhkan secara signifikan keingintahuan masyarakat terhadap proses pembuatan kebijakan nasional.


Pada titik inilah, pemerintah di negara-negara berkembang, khususnya Afrika, harus memberikan ruang yang cukup kepada warganegara untuk dapat menyaksikan secara langsung dan bahkan terlibat dalam proses pembuatan kebijakan tersebut.

Hal ini, sambung Benkirane yang juga anggota Perhimpunan Persahabatan Maroko-Indonesia, juga akan memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan kebijakan.

Sementara itu, Menteri Pelayanan Publik dan Modernisasi Administrasi, Abdelaâdim Guerrouj, menekankan, keterbukaan pemerintah adalah penjuru dari upaya merealisasikan good governance yang didasarkan pada prinsip transparansi, akuntabilitas, demokrasi dan partisipasi. Ini juga merupakan prioritas strategis untuk meningkatkan iklim usaha, memperluas dayatarik bagi investasi dan memperkuat penegakan hukum.

Adapun Direktur Jenderal CAFRAD Mamosi Simon dalam sambutannya menekankan kebutuhan mengadopsi prinsip transparansi, integritas dan profesionalisme dalam administrasi publik. Kesemua ini, sebutnya, adalah pondasi keterbukaan pemerintah. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya