Berita

SBY Jangan Memberatkan Umat Islam yang Mau Puasa

JUMAT, 07 JUNI 2013 | 16:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Meski pemerintah sudah mengungkapkan berbagai alasan, yang jelas saat ini bukan momentum yang tepat bagi untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Kenaikan harga BBM ini akan membuat masyarakat semakin susah.

Pertama, saat ini merupakan momentum anak-anak untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Karena anak sekolah baru saja lulus-lulusan.

"Orang tua pasti pusing mikirin biaya sekolah. Mau masuk perguruan tinggi harus membayar mahal," ujar sosiolog Musni Umar kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 7/6).


Kedua, umat Islam sebentar lagi menjalankan ibadah puasa. Saat ini saja harga-harga Sembako sudah naik. Apalagi pada bulan Ramadhan, dan jelang Lebaran. "Sembako ini mahalnya luar biasa. Ini yang tidak ditangani SBY," ungkapnya.

Dia mengungkapkan pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen hanya dinikmati kelas menengah ke atas. Sementara masyarakat bawah tetap susah. Hal itu bisa dilihat dari rendahnya daya beli masyarakat. "Itu hasil peninjauan saya di pasar-pasar tradisional. Ekonomi masyarakat lemah," ungkapnya.

Bukankah sudah ada dana kompensasi yang disiapkan pemerintah?

"Berapa sih jumlahnya (dana kompensasi). Orang miskin ini banyak jumlahnya, bukan 13 persen yang seperti disebutkan. Ini (kompensasi) justru memperburuk situasi. Karena itu berasal dari utang," tandasnya. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya