Berita

ramadhan pohan

Ramadhan Pohan: Nggak Mungkin Anas yang Saat Ini Tersangka Ikut Konvensi Capres

JUMAT, 07 JUNI 2013 | 15:44 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pernyataan para loyalis Anas Urbaningrum bahwa mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu sedang mempertimbangkan untuk ikut konvensi calon presiden yang digelar partai berkuasa tersebut diragukan.

"Saya kira Mas Anas tidak tertarik main politik dalam waktu dekat ini," jelas Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 7/6).

Alasannya, ungkap Ramadhan, Anas saat ini menyandang status sebagai tersangka kasus proyek Hambalang. Karena itu, tidak mungkin orang yang sedang mempunyai kasus hukum ikut konvensi capres Partai Demokrat. Bedahal kalau Anas Urbaningrum sudah mendapat kepastian tidak terlibat.


"Kalau (kasusnya) cepat selesai dan AU dibersihkan namanya dari sangkaan, main di konvensi nggak ada masalah," sambung Ramadhan.

Karena itu, Wakil Ketua Komisi I DPR ini menyarankan agar Anas Urbaningrum fokus untuk menyiapkan langkah-langkah menghadapi persoalan hukum yang saat ini dihadapi. "Kalau soal itu, biar Mas Anas fokus saja menyiapkan langkah-langkah hukum untuk dibuktikan di pengadilan bersih dari persoalan hukum. Biar fokus kesana," demikian Ramadhan. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya