Berita

Jawab Tudingan KPI, HTI Bantah Persoalkan Dasar-dasar Negara

KAMIS, 06 JUNI 2013 | 13:03 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto membantah pihaknya mempersoalkan dasar-dasar negara dalam acara muktamar yang disiarkan secara tunda TVRI tadi pagi.

"Kita nggak menyinggung-nyinggung dasar negara," jelas Ismail kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 6/6).

Sebelumnya, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Idy Muzayyad menilai TVRI sebagai lembaga penyiaran publik telah mengalami disorientasi kebangsaan dengan menayangkan siaran tunda acara Muktamar HTI  yang jelas-jelas mempermasalahkan ideologi negara, nasionalisme dan menolak demokrasi.


Melanjutkan keterangannya, Ismail tak menampik, pihaknya mengkritik keras sistem demokrasi, nasionalisme, dan separatisme. "Soal demokrasi, emang demokrasi itu ayat suci yang tak boleh dikritik. Separatisme kita kritik karena itu memecah belah negara," urainya.

Sementara terkait nasionalisme sebagai sebuah paham, menurutnya tidak bebas nilai. "Kita kritik dari perspektif Islam. Masak nggak boleh kita kritik nasionalisme. Yang mengkritik nasionalisme bukan hanya Hizbut Tahrir loh," tandas Ismail. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya