Berita

Muktamar Ekspresi Umat, HTI Berharap Tak Ada yang Terganggu

KAMIS, 06 JUNI 2013 | 10:16 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Muktamar Hizbut Tahrir Indonesia (HIT) Minggu kemarin (2/6) di Gedung Olahraga Bung Karno, Senayan, Jakarta merupakan acara puncak setelah acara yang sama digelar di 31 kabupaten/kota di seluruh Indonesia sebelumnya. Muktamar HTI tersebut dihadiri lebih dari 100 ribu peserta.

Demikian disampaikan Jurubicara HTI Ismail Yusanto kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu ini (Kamis, 6/6) menanggapi protes Komisi Penyiaran Indonesia atas siaran tunda acara tersebut yang disiarkan TVRI pagi tadi.

"Acara ini merupakan bentuk ekspresi aspirasi umat yang berlandaskan kepada murni ajaran Islam, baik yang ada dalam Al Quran maupun As Sunnah. Sebagai, umat Islam yang baik, semestinya tidak ada satu pun pihak yang mempersoalkan gagasan ini. Karena ini gagasan yang memang betul-betul bersumber dari ajaran Islam. Terlebih acara ini diselenggarakan di banyak kota. Ini bukan aspirasi di satu tempat, tapi di banyak tempat dari Banda Aceh sampai Papua," jelas Ismail.


Tak hanya itu, Ismail menegaskan, acara Muktamar HTI ini harus ditanggapi sebagai bagian dari ekspresi umat yang dijammin oleh Undang-Undang, termauk UU yang berkaitan dengan kebebasan berpendapat dan berkumpul.

Terlebih dalam pelaksanaan acara itu, sejak dari awal sampai akhir, berlangsung tertib, damai, dan aman, meski jumlah peserta melimpah.

"Sampai terakhir kita tidak pernah mendapatkan laporan yang buruk, misalnya terjadi kekacauan. Tidak ada. Bahwa ada kemacetan, wajar. Karena banyak orang berkumpul. Karena itu, saya berharap tidak ada yang terganggu dengan acara ini," tandas Ismail. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya