Berita

ilustrasi/ist

Politik

Harmonisasi RUU Perlindungan PRT Diapresiasi

RABU, 05 JUNI 2013 | 18:22 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Komite Aksi Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (KAPPRT) menyampaikan apresiasi kepada Badan Legislasi dan Komisi IX DPR RI yang hari ini mengadakan rapat harmonisasi Rancangan Undang-undang tentang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PRT). Hal itu dinilai sebagai langkah maju karena RUU PPRT diajukan ke DPR sejak 2004 namun tidak kunjung disahkan.

KAPPRT juga menyampaikan apresiasi atas berbagai dukungan dan masukan positif dari anggota Baleg DPR dan penjelasan dari Komisi IX DPR terkait dengan berbagai hal seperti diantaranya latar belakang pentingnya RUU PPRT,  batas usia minimum bekerja sebagai PRT, dan pendidikan pelatihan bagi PRT.

"RUU PPRT penting untuk memberikan perlindungan kepada PRT yang bekerja di wilayah privat dan rentan kekerasan dan pelanggaran hak-haknya sebagai pekerja," tulis KAPPRT dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Rabu (5/6).


Dikatakan bahwa penyusunan RUU PPRT dilakukan dengan proses yang panjang dengan riset, kajian dan uji publik di berbagai wilayah antara lain NTB, Sumatera Utara, DIY, DKI Jakarta, Jatim, Lampung, Batam, Sulawesi Selatan. RUU PPRT penting sebagai bagian dari konsisten Indonesia dalam memperjuangkan perlindungan PRT di dalam negeri dan luar negeri sebagaimana meminta negara tujuan buruh migran untuk melindungi PRT migran.

"RUU PPRT menjadi bagian dari agenda Indonesia sebagaiman disampaikan oleh Presiden SBY dalam Sidang Perburuhan Internasional ke 100 pada 14 Juni 2011 yang menyampaikan bahwa RI akan segera membuat RUU PPRT dan mengacu pada Konvensi ILO 189 Kerja Layak PRT," tulis KAPPRT, yang merupakan gabungan dari KSPI, KSPSI, KSBSI, JALA PRT, JARI PPTKILN lagi.

Terkait batasan usia minimum yaitu 18 tahun dan toleransi usia PRTA 15-17 tahun dengan masa transisi, dijelaskan KAPPRT, dimaksudkan sebagai pemenuhan perlindungan dan hak anak karena rentan kekerasan. Kasus-kasus kekerasan PRT sebagian besar adalah PRTA. Kasus terbaru adalah Marchela, PRT yang berusia 13 tahun dari NTT yang bekerja di Pontianak yang mengalami kekerasan dari majikan dan gajinya tidak dibayar.

"RUU PPRT disusun juga dengan mengakomodir culture dan praktek-praktek terbaik yang sudah ada yang melindungi PRT." demikian tulis KAPPRT.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya