Berita

jafar Hafsah

Jaga Etika, Caleg Demokrat juga harus Paham Pancasila dan UUD 1945

RABU, 05 JUNI 2013 | 08:49 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Partai Demokrat tidak ingin kadernya hanya jago lobi. Tapi, Demokrat sangat memperhatikan pemahaman para calon anggota legislatifnya atas Pancasila dan UUD 1945. Karena itu, Caleg DPR RI dari Partai Demokrat diwajibkan untuk memahami kedua pilar kebangsaan tersebut.

"Saat ini MPR RI bukan lagi lembaga tinggi negara, tapi lembaga negara. Tugas MPR RI mesosialisasikan Pancasila, UUD 1945. Karena itu hadirkan para caleg khususnya dari Partai Demokrat harus memahami Pancasila, langkah hidup dan cara tugas anggota dewan," jelas Ketua Fraksi Partai Demokrat di MPR RI, Jafar Hafsah kemarin.

Jafar Hafsah mengungkapkan itu dalam Seminar Nasional yang bertemakan "Demokrasi Pancasila dan Sistem Ketatanegaraan Pasca Amandemen Konstitusi" di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta.


Menurut mantan Dirjen Pangan Kementrian Pertanian tersebut, sekarang ini pemahaman terhadap Pancasila begitu longgar. "Pancasila dilupakan, seperti ditinggal. Jika Pancasila dan UUD 45 ini dipahami secara benar, tentunya tidak akan terjadi gesekan antar kelompok yang dapat memecah belah. persatuan bangsa," tandasnya.

Tak hanya itu, Jafar juga meminta para caleg yang ingin menjadi dewan untuk menjaga etika dan norma-norma.Bilamana hal itu sudah dijalankan, katanya, masyarakat akan simpatik terhadap apa yang telah dilakukannya.

"Tentunya tidak hanya saat ini jadi caleg, melainlan setelah duduk menjadi anggota dewan juga harus diterapkan dengan baik," ujar mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI.  [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya