Berita

saleh husin

Konsisten, Partai Hanura Tolak Kenaikan Harga BBM

RABU, 05 JUNI 2013 | 08:27 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Partai Hanura menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Sikap ini bahkan sudah diambil pada saat pembahasan RAPBN-P 2012 akhir Maret tahun lalu.

"Pada prinsipnya sikap Hanura sejak awal menolak kenaikan harga BBM. Itu bisa dilihat waktu itu Fraksi Hanura melakukan walk out di Rapat Paripurna. Terus diikuti oleh beberapa fraksi lainnya," ungkap Sekretaris Fraksi Hanura Saleh Husin (Rabu, 5/6).

Hanura semakin menolak karena syarat pemerintah boleh menaikkan harga BBM, seperti kesepakatan DPR-Pemerintah dalam Rapat Paripurna tahun lalu, tidak terpenuhi.


Dalam Rapat Paripurna tersebut, dimana Hanura walk out, akhirnya disepakati sebagai jalan tengah dimana pemerintah diberikan kebebasan menaikan BBM asalkan Indonesia Crude Price (ICP) diatas 115 USD.

"Nah apakah sekarang ICP sudah di atas 115 USD? Kan belum. ICP saat ini masih jauh di bawah 115 USD. Jadi belum ada alasan kuat untuk pemerintah menaikan harga BBM. Jadi sekali lagi fraksi Hanura menolak kenaikan harga BBM," tegasnya.

Dalam UU APBN-P 2012 itu, DPR dan pemerintah menetapkan asumsi harga minyak (Indonesia Crude Price/ICP) baru sebesar US$ 105 perbarel dari sebelumnya US$ 90 per barel di APBN 2012.

Ayat 6a mengamanatkan, jika rata-rata ICP enam bulan terakhir lebih tinggi atau lebih rendah 15%, dari harga minyak yang diasumsikan yaitu USD 105 perbarel, pemerintah bisa menaikkan atau menurunkan harga BBM subsidi. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya