Berita

Pemerintah Disarankan Patok Nominal Besaran Subsidi BBM

MINGGU, 02 JUNI 2013 | 19:48 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kebijakan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) merupakan hak prerogratif pemerintah. Jadi sudah barang tentu pemerintah punya pertimbangan tersendiri dalam pengambilan kebijakannya.

Begitu kata Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP Anshor) Nusron Wahid usai menghadiri  acara diskusi publik memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945 dengan tema "Pancasila Jiwa Bangsa" yang diselenggarakan oleh Bidang PORA DPP PDI Perjuangan dan DPP TMP di Aula Gedung Perpustakaan Nasional RI, Jakarta Pusat, Minggu (2/6).

Salah satu pertimbangan pemerintah itu mungkin karena distribusi subsidi tidak merata dan menipisnya cadangan devisa kita. Ia pun mendukung langkah pemerintah untuk menaikkan harga BBM ini. Karena, menurutnya, alokasi distribusi subsidi BBM tidak fair. Mengingat masih banyaknya orang kaya yng boleh dan bisa menikmati subsidi ini.


"Buktinya saya pakai mobil masih menikmati subsidi bbm ini," lanjutnya.

Ia berharap dengan adanya kenaikain BBM, alokasi dana subsidi bisa dialihkan ke hal-hal yang bisaa secar langsung dinikmati rakyat kecil.

Lebih lanjut ia mengusulkan agar sistem subsidi ini dilakukan dengan cara mematok besaran nominal subsidi untuk jangka yang lama.

"Misal dipatok Rp 2 ribu ya sudah kalau minyak harganya Rp 10 ribu maka harga BBM otomatis Rp 8 ribu," demikian Nusron. [dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya