Berita

AS Hikam

SBY Harus Langsung Action Begitu Sampai di Tanah Air

SABTU, 01 JUNI 2013 | 08:25 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sesampainya di Tanah Air, Presiden SBY diharapkan segera menindaklanjuti apa yang disampaikannya dalam pidato saat menerima anugerah World Statesman Award dari Appeal of Conscience Foundation (ACF) di New York, hari Kamis kemarin (30/5).

Dalam pidatonya, SBY antara lain menyebutkan, bahwa konflik komunal beberapa kali masih terjadi di Indonesia. Begitu juga, pertentangan akibat sensitivitas nilai agama dan radikalisme sesekali.

Menurut intelektual dari Presiden University, AS Hikam, pengakuan Presiden di depan komunitas internasional itu tentu melegakan dan membuktikan beliau paham bahwa tantangan-tantangan tersebut adalah riil.


"Saya berharap bahwa sepulang beliau nanti masalah-masalah tersebut akan diselesaikan secara nyata, satu demi satu, kendati tidak besar-besaran," ungkap Hikam (Sabtu, 1/6).

Menurutnya, bisa saja Presiden memulainya dengan membuat tenggat waktu (deadline) kapan jemaah Syi'ah Sampang yang masih mengungsi di stadion dan jemaah Ahmadiyah yang terusir dari kampung mereka bisa pulang kembali dan hidup dengan tenang sebagaimana layaknya warga negara Indonesia lain.

Atau bisa juga menentukan tenggat waktu kapan Gereja Yasmin Bogor dan Gereja HKBP FIladelfia bisa dibangun dan lain-lain.

"Ini saya kira penting, agar pidato beliau yang disaksikan khalayak di seantero dunia tersebut ada resonansinya dalam kenyataan di negeri kita. Dan ini juga akan menghapus semua keraguan dari para pemrotes anugerah ACF kepada beliau. Selamat berjuang Pak SBY!" seru Hikam. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya