Berita

Pemerintah Sudah Diberi Kesempatan untuk Naikkan BBM Tapi Tak Melakukannya

JUMAT, 31 MEI 2013 | 07:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Partai Keadilan Sejahtera punya banyak pertimbangan kenapa sampai pada sikap menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Selain masalah pertimbangan ekonomi, dan sosial yang ada di masyarakat saat ini, juga salah satunya terkait peraturan perundang-undangan,

Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid menjelaskan, penolakan kenaikan harga BBM ini karena pemerintah tidak lagi menggunakan UU APBN 2013. UU tersebut sebenarnya sudah memberi kesempatan atau ruang kepada pemerintah untuk menaikkan harga BBM.


"Pemerintah tidak menggunakan kesempatan itu. Tetapi melalui rancangan APBN-P 2013. Mereka mengajukan proposal yang didalamnya menghadirkan kenaikan harga BBM dengan segala dampaknya termasuk juga terkait kompensasinya," ungkap Hidayat kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 31/5).

"Kalau saja pemerintah memutuskan ini melalui UU APBN 2013, memang ruang untuk menolak itu tidak ada. Karena PKS adalah bagian dari yang ikut menyetujui UU APBN 2013 itu. Tapi ketika pemerintah tidak menggunakan itu, malah kemudian mengajukan melalui APBNP, permasalahannya menjadi berobah. Karena, ruangnya menjadi berbeda. Baik dari sisi peraturan perundang-undangan, maupun sosial-ekonomi," ungkap mantan Presiden PKS ini. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya