Berita

desmon mahesa/ist

Politik

Pemberitaan Tentang Desmon Merugikan Gerindra

KAMIS, 30 MEI 2013 | 17:52 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ketar-ketir karena kasus korupsi simulator SIM di Korlantas Polri menyentuh kadernya yang duduk di Komisi III DPR, Desmon Mahesa.

Setelah pendiri partai, Prabowo Subianto, yang berkomentar, Ketua Umum Gerindra, Suhardi, juga berjanji menindak Desmon.

Gerindra akan mengklarifikasi keterlibatannya dalam penerimaan uang di dalam empat kardus yang totalnya mencapai miliaran pemberian Kepala Korlantas Polri (saat itu), Djoko Susilo.


"Nanti ditanya apakah benar info itu. Tapi untuk sementara dia merasa tidak menerimanya," kata Suhardi usai menghadiri acara seminar di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (30/5).

Terlepas dari rencana panggilan itu, dia mengaku Gerindra sangat dirugikan atas pemberitaan tersebut. Dia sadari pemberitaan soal kasus itu akan merusak pencitraan partainya yang anti korupsi.

"Isu ini sangat merugikan Gerindra karena opini publik bahwa Gerindra korupsi mulai terbentuk di masyarakat," tandasnya.

Sekelompok anggota Komisi III DPR yang terdiri dari Bambang Soesatyo (Golkar), Azis Syamsuddin (Golkar), Desmon J. Mahesa (Gerindra), Herman Hery (PDIP) dan bekas anggota DPR, Muhammad Nazaruddin (Demokrat) dianggap pernah menerima empat kardus duit dari bekas Ketua Panitia Lelang proyek Simulator SIM, Teddy Rusmawan.

Hal itu terungkap dalam persidangan lanjutan terdakwa kasus Simulator SIM, Djoko Susilo, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta (Selasa, 28/5). AKBP Teddy yang hadir memberikan kesaksian, mengatakan bahwa dirinya diperintahkan langsung oleh Djoko Susilo yang menjabat Kepala Korlantas Polri saat itu, untuk menyerahkan uang itu ke Nazaruddin di restoran Basara, Jalan Sudirman, Jakarta. [ald]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya