Berita

Terkait Simulator SIM, KPK juga Harus Usut Aliran Dana ke Irwasum Polri!

RABU, 29 MEI 2013 | 09:49 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Komisi Pemberantasan Korupsi harus menindaklanjuti pengakuan Direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia, Sukotjo Bambang saat bersaksi di Pengadilan Tipikor kasus suap proyek Simulator SIM.

Sukotjo pernah diminta rekan bisnisnya Budi Susanto dan Ketua Panitia Pengadaan Barang dan Jasa AKBP Teddy Rusmawan untuk menyerahkan uang Rp 1 miliar pada 14 Maret 2011 senilai Rp 1 miliar Irwasum Polri yang saat itu dijabat oleh Komjen (Purn) Fajar Prihantoro.

"Usut tuntas aliran dana ke Irwasum Polri dan siapa pun yang terlibat harus diperiksa, ditahan, dan disita kekayaannya," ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S. Pane kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Rabu, 29/5).


Menurut Neta, pemeriksaan ke jajaran Irwasum Polri ini penting agar menjadi terapi kejut kedua bagi Polri setelah sebelumnya KPK membongkar kasus korupsi simulator SIM. "IPW berharap Kapolri dan jajaran Polri memberi dukungan penuh bagi KPK agar tikus-tikus di Polri bisa dibersihkan," tegas Neta.

Sebelumnya, Fajar sendiri membantah pengakuan Sukotjo Bambang. Dia bahkan mengaku belum pernah bertemu dengan Sukotjo.

Sukotjo sendiri memang tidak tahu apakah uang tersebut benar-benar sampai ke Fajar atau tidak. Tapi yang jelas dia telah menyerahkannya kepada Budi dan Teddy, yang memintanya untuk menyiapkan dana tersebut. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya