Berita

Berjasa Masa Kemerdekaan dan Krisis, Tapi Nasib Pedagang Sunggguh Memprihatinkan

RABU, 29 MEI 2013 | 06:42 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Para pedagang di masa lalu adalah pejuang perintis kemerdekaan, seperti yang dilakukan Serikat Dagang Islam (SDI). Tak hanya itu, pedagang juga menjadi penyangga ekonomi di saat konglomerat kelimpungan dilanda krisis tahun 1997.

Tapi sungguh ironis dan tragis, sampai sekarang para pedagang belum mendapatkan kemerdekaan. Pemerintah masih melihatnya “dengan sebelah mata”. Pemerintah masih belum menganggap pedagang penting walaupun jumlah pedagang di 13,500 pasar mencapai 12,5 juta orang dan menghidupi 62,5 juta orang, dengan asumsi setiap pedagang menghidupi 5 orang termasuk dirinya.

"Walaupun jika ditambah dengan mata rantai ekonomi dari hulu ke hilir yang tercipta karena pedagang pasar, bisa mencapai diatas 100 juta orang, pedagang pasar masih diperlakukan secara diskriminatif dan tidak adil," ungkap Ketua Umum DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri (Rabu, 29/5).


Bahkan untuk mendapatkan kepastian hukum atas tempat usahanya yang tidak lebih dari 10 m2 saja harus melalui bukit yang terjal. Ini sangat kontras jika dikomparasikan dengan hak yang diperoleh para konglomerat pengelola HPH.

Data menunjukkan bahwa hanya untuk puluhan konglomerat, pemerintah memberikan kepastian hukum berupa hak pemakaian seluas 35,8 juta ha. Sedangkan 12,5 juta pedagang pasar hanya memanfaatkan lahan seluas  18.750 ha, dengan asumsi luasan tempat usaha 10m2 ditambah 50% fasilitas umum pasar, sampai detik ini belum mendapatkan kepastian hukum (hak) yang jelas.  

"Betapa miris melihat jomplangnya komparasi itu. Lalu dimana letak politik ekonomi kerakyatan yang didengungankan dengan nyaring selama ini? kata Abdullah Mansuri mempertanyakan. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya