Berita

labora sitorus

Polisi Harus Segera Sita Aset Labora Sitorus

SELASA, 28 MEI 2013 | 10:42 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Penyidik Polri tidak perlu menunggu kejahatan pokok Aiptu Labora Sitorus terungkap baru menyita aset-aset milik anggota Kepolisian Raja Ampat tersebut.

Kasus penyelundupan kayu dan penimbunan BBM harus sama-sama diusut dengan kasus tindak pidana pencucian uang, yang dijerat ke anggota Polisi pemilik rekening Rp 1,5 triliun tersebut.

"Seharusnya bersamaan. Masing-masing diperiksa bersamaan. Nggak boleh tunggu terungkap salah satunya. Dalam pengadilan akan dibuktikan secara bersama-sama. Itu kan satu berkas," ujar pakar hukum TPPU Yenti Garnasih kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 28/5).


"Kalau sudah lihat TPPU-nya, berarti sudah lihat ada kejahatan asal. Aset-asetnya harus disita. Tidak mungki ada money laundering tanpa ada kejahatan asal. Kejahatan asal menghasilkan uang. Makanya harus ada penyitaan," sambung pengajar Universitas Trisakti ini.

Sebelumnya, Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Boy Rafly Amar mengatakan, pihaknya tidak mau terburu-buru menyita aset Labora Sitorus.

“Kami menggunakan’rinsip follow the money (mengikuti aliran uang). Yang penting kami mengikuti aliran uang itu dulu. Setelah terungkap kejahatan pokoknya, kami sita aset-aset Labora Sitorus," kata Boy Rafly Amar kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.

Cara Polri ini berbeda dengan KPK yang kalau menjerat seseorang dengan UU TPPU, aset-aset tersangka pun langsung disita. Ini terlihat saat menangani kasus Simulator SIM dengan tersangka Djoko Susilo dan kasus impor daging sapi dengan tersangka Luthfi Hasan Ishaaq. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya