Berita

tiang monorel jadi tempat iklan

Hatta Ungkap Tiga "Monumen Korupsi" di Jakarta

SENIN, 27 MEI 2013 | 11:54 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Masyarakat terus menyoroti praktik korupsi yang tampaknya kian menggurita tapi belum mendapatkan penanganan maksimal dari penegak hukum.

Bahkan di Jakarta setidaknya ada tiga proyek yang terbengkalai, yang ditengarai sarat dengan korupsi. Hal inilah yang diungkap mantan anggota DPR, Hatta Taliwang. "Ada tiga contoh 'monumen korupsi" di Jakarta yang secara fisik dan kasat mata kita saksikan," kata Hatta (Senin, 27/5).

Monumen pertama adalah pembangunan proyek monorel yang terbengkalai. Tiang pancang monorel dapat dilihat di dekat gedung DPR/MPR RI.  "Sebagai warga Jakarta, kita risih lihat, kok ada besi beton tidak jelas maknanya bertebaran sampai di depan Gedung KPK. Anggota DPR atau komisioner KPK mungkin tak tergugah bertanya, apa makna monumen tersebut," ungkap Hatta.


Monumen kedua adalah proyek wisata air di Kali Ciliwung/Krukut. Direktur Eksekutif Institut Ekonomi Politik Soekarno Hatta (IEPSH) ini menjelaskan, sebenarnya telah dibangun dermaga untuk perahu, lengkap dengan lampu penerangan dan petunjuk arah di beberapa titik sepanjang kali.  

"Perahu yang sudah disiapkan, ternyata tidak bisa digunakan karena tingginya lumpur dalam sungai. Sedangkan prasarana berupa dermaga, lampu-lampu penerangan, ruang tunggu dan papan petunjuk sekarang ini sudah rusak dan hancur dimakan rayap," ungkapnya.

"Ini mungkin proyek di-design untuk korupsi," kata Hatta yang pernah aktif di PAN ini, memberikan penilaian.

Sedangkan ketiga, masih kata Hatta, merupakan calon monumen korupsi. Yaitu, proyek jalan layang Tanah Abang-Kampung Melayu. Proyek ini seharusnya selesai tahun tahun 2012 tapi sampai Mei tahun ini belum dapat digunakan.

"Saya hitung lebih kurang 10 titik sambung yang belum dikerjakan. Berapa kerugian masyarakat menderira macet tiap hari di seputaran proyek tersebut. Apapun alasannya, diduga ada korupsi besar sehingga Gubernur yang sekarang mengevaluasi proyek tersebut. Entah sampai kapan selesai!" kata bekas aktivis mahasiswa ini.

Lebih jauh Hatta menduga, monumen-monumen korupsi seperti itu mungkin ratusan atau ribuan jumlahnya yang bertebaran di seluruh pelosok tanah air, yang merugikan negara triliunan rupiah. Ada berbentuk rumah sakit, dermaga, bendungan, pasar, terminal, dan lain-lain.

Yang membuat Hatta geleng-geleng kepala, hanya sedikit dari proyek-proyek yang terbengkalai itu yang diproses secara hukum. Bahkan penanggung jawabnya mungkin masih maju sebagai calon presiden, calon gubernur, calon bupati.

"Masyarakat pun tidak menghukum mereka, bahkan sebagian dipuja sebagai capres, cagub atau cabup idola. Monumen korupsi mereka tidak bermakna apa apa di negara hukum wanipiro ini. Lebih penting urus 'kelinci cantik'," demikian Hatta. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya