Berita

Korupsi Lain Bibit Waluyo Akan Dilaporkan ke KPK

RABU, 22 MEI 2013 | 20:44 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Barisan Masyarakat Mahasiswa (BM) Indonesia akan kembali melaporkan dugaan korupsi Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo ke KPK.

Presiden BM Indonesia, Kholid memastikan, laporan korupsi Bibit yang kembali maju pada pemilukada 26 Mei mendatang diusung Partai Demokrat akan disampaikan Kamis besok, pukul 11.00.  

"Kami kembali akan ke KPK untuk melaporkan dugaan korupsi Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo dengan membawa data terkait APBD tahun 2011 sebesar Rp 5,5 triliun, karena dikelola Gubernur dengan cara melanggar perundang-undangan," kata Kholid dalam keterangannya kepada redaksi, Rabu (22/4).


Dugaan korupsi APBD tahun 2011 sebesar Rp 5,5 triliun oleh Bibit berdasar Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI atas laporan keuangan Pemerintah daerah Provinsi Jawa Tengah tahun 2011 terkait dengan Laporan Hasil Pemeriksaan atas Kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-undangan. BPK menemukan adanya ketidak-patuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Ketidakpatuhan, kata Kholid, adalah bagian dari perbuatan melawan hukum berbentuk penyimpangan kewenangan dan melanggar azas kepatuhan penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan benar, yang akibatnya bisa merugikan keuangan Negara karena berdampak memperkaya diri sendiri atau orang lain.

"Pokok-pokok temuan BPK itu menurut kami harus diselidiki KPK," tegas dia.

Sebelumnya di beritakan, Jumat pekan lalu BM Indonesia mendatangi KPK melaporkan dugaan korupsi Gubernur Bibit terkait anggaran Bantuan Sosial (Bansos) tahun 2011 sebesar Rp 26,8 miliar ke KPK. Korupsi dilakukan  dengan modus memalsukan data penerima bansos.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya