Berita

presiden sby

Caleg Berstatus Tersangka, Pakta Integritas SBY Disebut Bentuk Penipuan

RABU, 22 MEI 2013 | 08:36 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Publik Indonesia tidak habis pikir dengan sikap Partai Demokrat.

Edhi Baskoro Yudhoyono, Sekjen partai tersebut, kembali maju menjadi calon anggota legislatif padahal sudah mengundurkan diri dengan alasan ingin konsentrasi mengurus partai. Meski sebelum mengundurkan diri, Ibas, panggilan putra SBY itu diduga telah melakukan pemalsuan absensi.

Demikian disampaikan pengamat politik senior dari Indonesia Reform Institute Martimus Amin pagi ini (Rabu, 22/5).


Tak sampai disitu, masih kata Martimus, rakyat juga heran dengan sikap Ketua Umum DPP Partai Demokrat SBY yang menempatkan banyak keluarganya di sebagai caleg. Padahal, hal itu jelas tak sejalan dengan agenda reformasi.

"Padahal SBY sebagai saksi sejarah paham dengan tujuan dicetuskan reformasi. Agenda utamanya memberantas praktek KKN di segala bidang dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satunya adalah soal nepotisme yakni penempatan keluarga pejabat di lembaga-lembaga negara. Namun sekarang SBY secara terangan-terangan menantang konsensus reformasi," ungkap Martimus.

Daftar keanehan caleg Partai Demokrat tak sampai disitu. Martimus juga heran saudara kandung M. Nazaruddin, terpidana kasus suap Wisma Atlet, M. Nasir melenggang menjadi caleg nomor urut 1 daerah pemilihan Riau. "Kini kita dikejutkan kembali dimasukkan Thayib Armain dan Johny Allen Marbun berstatus tersangka dalam daftar Caleg DPR RI Partai Demokrat," ujar Martimus.

Dengan masuknya tersangka sebagai caleg, menurut Martimus, SBY telah mempertontonkan kemunafikan melalui Pakta Integritas sebagai kesepakatan tertulis bagi setiap kader Partai Demokrat menjaga nilai moral dan mematuhi hukum. Salah satu poin dalam pakta integritas adalah kader harus mundur kalau menyandang status tersangka.

"Ternyata Pakta Integritas hanya bentuk penipuan SBY yang nyata terhadap rakyat. Rakyat harus bangkit dan wajib menghukum SBY," tegas Martimus.

Sebagaimana diketahui Thaib Armaiyn merupakan tersangka kasus dugaan korupsi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Tahun 2004 Maluku Utara. Gubernur Maluku Utara ini masuk sebagai caleg DPR RI nomor urut dua dari Partai Demokrat untuk daerah pemilihan Malut.

Sementara Jhonny Allen Marbun kemarin ramai diberitakan sudah menjadi tersangka dalam kasus pembelian sebidang tanah di wilayah Jakarta Timur. Meski pihak Kepolisian akhirnya meluruskan bahwa Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu bukan tersangka, melainkan hanya sebagai saksi. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya