Berita

ist

Warga Kudus Tolak Pemakaman Jenazah Terduga Teroris

SABTU, 18 MEI 2013 | 19:11 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Jenazah terduga teroris Bayu Setianto ditolak warga Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, jika nantinya akan dimakamkan di daerah mereka .

Menurut Kepala Dusun (Kadus) Satu Argopuro, Desa Hadipolo, Nur Kasim, di Kudus, Sabtu, penolakan warga Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus tersebut, ditentukan berdasarkan rapat bersama sejumlah pihak pada Jumat (17/5) malam.

Hadir dalam rapat di Balai Desa Hadipolo tersebut, yakni ketua Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), tokoh masyarakat, dan tokoh agama, pemuda ormas, BPD, dan pemerintah desa yang disaksikan Kapolsek Jekulo, Babinsa dan Camat Jekulo,.


Selain itu, kata dia, puluhan warga yang sebenarnya tidak diundang juga ikut hadir untuk mengetahui hasilnya.

"Warga yang diundang tidak hanya dari kalangan yang setuju, melainkan warga yang sebelumnya menolak juga diundang," ujarnya.

Akhirnya, kata dia, pertemuan tersebut diputuskan, bahwa warga Desa Hadipolo menolak pemakaman almarhum Bayu Setianto di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kudus.

Adapun alasan penolakan tersebut karena penawaran penanganan proses pemakaman almarhum Bayu sesuai rapat pada Rabu (15/5) oleh pemerintah desa secara syariat Islam yang berlaku di Desa Hadipolo tidak disetujui oleh keluarga almarhum.

"Keputusan tersebut, merupakan putusan warga. Sedangkan pemerintah desa hanya sekadar sebagai fasilitator," ujarnya.

Surat keputusan penolakan tersebut, katanya, sudah disampaikan kepada keluarga almarhum dengan tembusan Kapolsek Jekulo, Camat Jekulo dan Polres Kudus.

Sebetulnya, kata dia, warga tidak menolak rencana pemakaman Bayu Setianto yang tewas dalam penggerebekan petugas Densus 88 Antiteror di Kabupaten Kebumen, dengan catatan keluarga almarhum memenuhi persyaratan yang diajukan warga.

Persyaratan yang diajukan, yakni tidak boleh membawa atribut maupun spanduk serta tidak meneriakkan yel-yel yang bernada provokatif dan proses pemakaman difasilitasi oleh pemerintah desa setempat.

"Hanya saja, pihak keluarga tidak bisa memenuhi tuntutan agar proses pemakaman diserahkan kepada pihak desa, karena sejak awal memang dikuasakan kepada Tim Pembela Muslim (TPM)," ujarnya seperti dilansir kantor berita Antara. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya