Berita

23 Pekerja Freeport Masih Terperangkap Longsor

SABTU, 18 MEI 2013 | 12:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sebanyak 23 pekerja tambang PT Freeport Indonesia masih terperangkap longsor yang terjadi di area fasilitas pelatihan Big Gossan.

"Sebagian besar keluarga dari 23 pekerja yang terperangkap dalam reruntuhan kini ditempatkan dalam areal perumahan di Tembagapura," ujar Daisy Primayanti, Vice President Corporate Communications PT FI, dalam siaran pers, di Jayapura, Sabtu (18/5).

Dia mengungkapkan, karena kesimpangsiuran keadaan setelah runtuhnya bagian terowongan, terjadi kesalahan dalam penghitungan jumlah pekerja yang terperangkap.


"Tim penyelamat pada awalnya menganggap terdapat 39 pekerja yang terperangkap di dalam reruntuhan, namun kemudian terungkap satu di antara pekerja tersebut berhasil meloloskan diri tanpa terluka," urai Primayanti seperti dilansir Antara.

Para karyawan yang diduga tertimbun reruntuhan pada kejadian 15 Mei 2013 adalah 38 orang. Korban yang selamat sebanyak 10 orang, korban meninggal lima orang dan yang masih belum diketahui kondisinya sebanyak 23 orang. "Ke-10 pekerja yang telah berhasil diselamatkan sudah mulai dalam kondisi stabil," ujarnya.

Lebih lanjut dia menuturkan para anggota tim penyelamat PT FI juga telah berhasil untuk membuka dua akses masuk menuju lokasi insiden yang dapat digunakan sebagai akses masuk untuk alat berat agar proses penyelamatan dan pemulihan dapat dipercepat.

"Tim penyelamat, yang terdiri dari 60 ahli penyelamat yang paling berpengalaman dalam hal kegiatan bawah tanah, saat ini sedang menjalankan operasi penyelamatan dan pemulihan dengan terus memerhatikan aspek keamanan," katanya.

Sebelumnya, telah terjadi insiden longsor di terowongan area fasilitas pelatihan PTFI. Dalam kejadian ini puluhan pekerjanya diduga terperangkap dalam longsor tersebut. Meskipun sudah ada yang berhasil diselamatkan, namun masih ada puluhan lainnya yang terperangkap. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya