Berita

Prof. Din Syamsudin: Dua Alasan Pemerintah Harus Akui Kemerdekaan Kosovo

KAMIS, 16 MEI 2013 | 14:01 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Din Syamsuddin mengatakan, hingga kini pemerintah Indonesia belum mengakui kemerdekaan Kosovo.

Hal itu dikatakannya saat menjadi pembicara kunci dalam diskusi publik bertajuk "Mengapa Tidak Mengakui Kosovo?" di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta, Kamis (16/5).

"Dalam hemat saya, tidak ada alasan pemerintah RI tidak mengakui kemerdekaan Kosovo. Dengan tidak mengakui, posisi Indonesia di kancah internasional menjadi dipertanyakan," kata Din.
 

 
Dalam penilaiannya, dua alasan mengapa Indonesia harus mengakui kemerdekaan Kosovo. Pertama, pengakuan kemerdekaan sesuai amanat konstitusi, bahwa Indonesia ikut dalam perdamaian dunia dan menentang penjajahan, apapun bentuknya. "Yang kedua, sebagai negara berpenduduk muslim terbesar dunia, dan Kosovo mayoritas muslim, maka posisi pengakuan Indonesia mutlak dibutuhkan," paparnya.

Din menjelaskan, hingga saat ini sudah 98 negara dunia mengakui kemerdekaan Kosovo, dan 30 di antaranya adalah negara-negara anggota OKI, yang Indonesia juga menjadi anggota.

Untuk itu, pihaknya menyerukan pemerintah agar segera memberi pengakuan kemerdekaan. Din mengatakan, dirinya sudah melobi Ketua MPR Taufiq Kiemas dan pimpinan DPR, Priyo Budisantoso, agar mendorong pemerintah memberikan pengakuan. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya