Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminuddin juga membantah keterangan Ahmad Fathanah seperti dimuat dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) mantan Ketua Umum Asosiasi Perbenihan Indonesia, Elda Daviane Adiningrat, yang dibacakan jaksa kemarin di Pengadilan Tipikor.
"Itulah yang dikatakan ustadz Hilmi dengan bluffing itu. Karena sesungguhnya tidak pernah ada pertemuan itu," ungkap kuasa hukum Hilmi, Zainuddin Paru kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 16/5).
Usai diperiksa pada Selasa lalu, Hilmi mengaku diperdengarkan sebuah rekaman pembicaraan. Dia menyebut, itu hanya bluffing. "Rekaman semuanya dibuka. Tapi semuanya bluffing semuanya."
Zainuddin Paru menjelaskan, Ustadz Hilmi tidak mungkin bertemu dengan orang seperti Ahmad Fathanah, yang jangankan pengurus, kader PKS saja tidak. Dengan
Tapi kalau hanya Luthfi Hasan Ishaaq, Hilmi Aminuddin, dan Menteri Pertanian Suswono, tanpa Fathanah, apakah pernah membahas masalah impor daging sapi? "Tidak ada. Tidak pernah ada," ungkapnya.
Zainuddin Paru mengungkapkan, Ahmad Fathanah hanya menjual nama-nama PKS untuk kepentingan dirinya sendiri. Dia mengingatkan pernyataan sopir Ahmad Fathanah dalam sebuah kesempatan. Saat masuk hotel bersama wanita, Fathanah meminta sopirnya untuk menyampaikan sedang berada di kantor DPP PKS kalau istrinya menelpon. "Itulah dia menjual institusi yang dia tidak tahu apa-apa. Dia jual untuk kepentingan dirnya," tegas Zainuddin Paru.
Seperti tertulis di BAP, Elda menjelaskan bahwa pada Minggu 30 Desember 2012 sekitar jam 16.00 WIB, dia bertemu dengan Maria Elizabeth Liman (Direktur Utama PT Indoguna) dan Ahmad Fathanah, yang merupakan orang dekat Presiden Partai Keadilan Sejahtera atau PKS (saat itu), Luthfi Hasan Ishaaq.
Dalam pertemuan di Senayan City tersebut, Ahmad Fathanah menyampaikan kepada Elda tentang hasil rapat di kawasan Lembang, Jawa Barat. Fathanah juga menjelaskan bahwa pertemuan di Lembang dihadiri oleh Luthfi bersama Ketua Majelis Syura PKS, Hilmi Aminuddin, dan Menteri Pertanian yang juga pengurus PKS, Suswono.
Kesimpulan pertemuan di Lembang itu adalah, pertama, Elizabeth Liman selaku pengusaha akan mendapat "bantuan" dalam mengurus penambahan kuota daging sapi dan Menteri Suswono akan "membaca" situasi dan kondisinya. Selanjutnya, Elizabeth Liman menyampaikan komitmen membantu atau mendukung pendanaan PKS.
[zul]